Showing posts with label sembako. Show all posts

Target Pasar
Target pasar yang akan menjadi sasaran usaha Anda sudah pasti sangat luas, tua muda, pria-wanita, adalah sumber pendapatan bagi Anda. Pasar tradisional, pemukiman warga dan jalan yang banyak dilalui orang merupakan tempat-tempat strategis yang dapat Anda gunakan sebagai lokasi usaha
Info Bisnis
Untuk memulai usaha ini ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui, diantaranya:
1. Buatlah dafar produk apa saja yang akan Anda jual. Kemudian carilah toko distributor sembako dengan harga termurah, dengan begitu harga jual ke konsumen yang Anda berikan tidak terlampau tinggi.
2. Ikuti terus informasi terkini tentang harga sembako yang sering sekali berubah-ubah.
3. Walaupun hanya warung sembako, ada baiknya Anda tetap memperhatikan tata letak dan membuat tampilan warung semenarik mungkin, agar konsumen juga merasa nyaman pada saat memilih dan berbelanja kebutuhannya.
4. Jika dibutuhkan, urus perizinan ke pemerintah setempat (RT/ RW), agar Anda pun merasa tenang dan nyaman dalam menjalankan usahakan
5. Usahakan untuk membuka warung Anda sepagi mungkin. Makin pagi Anda membuka warung, maka kesempatan Anda mendapatkan pelanggan pun akan lebih besar.
6. Berikan diskon di waktu-waktu tertentu untuk menarik pelanggan, agar tetap berbelanja di tempat Anda
Kelebihan Bisnis Usaha
agen sembako mungkin terlihat seperti bisnis yang sederhana, namun seiring berjalannya waktu jika Anda benar-benar memanage-nya dengan baik, tidak menutup kemungki nan kelak bisnis tersebut akan berkembang. Bukan hanya sebagai agen sembako tetapi bisa menjadi sebuah distributor sembako, dimana para agen sembako akan mengambil barang dagangannya di tempat Anda
kekurangan Bisnis
Setiap usaha yang dijalankan pasti akan selalu ada kendala yang akan dihadapai, begitu pula dengan usaha agen sembako. Meski terlihat simple namun ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum akhirnya memutuskan untuk terjun merintis bisnis tersebut.
1. Naik turunnya harga merupakan hal mutlak yang pasti dihadapai. Amati selalu perkembangan harga sembako terkini agar Anda dapat menetapkannya pada produk jualan Anda sesuai dengan harga terbaru.
2. Kebutuhan manusia akan sembako yang tidak pernah berhenti, membuat banyak bermuncul pesaing yang menjalankan bisnis serupa. Untuk itu selalu cermatlah dalam menghadapi persaingan.
3. Pesaing usaha akan terus muncul, sehingga tempatnya yang nyaman, bersih dan praktis plus harga yang murah terkadang menjadi daya pikat tersendiri bagi sebagian orang. Untuk itu buatlah warung Anda senyaman mungkin, jaga kebersihannya, berikan pelayanan yang terbaik sehingga pelanggan akan tetap loyal untuk kembali lagi ke tempat Anda.
Strategi usaha
Butuh strategi untuk menjaga sebuah usaha agar tetap eksis. Begitu juga dengan usaha agen sembako. Selalu lakukan cek harga pasar, usahakan harga yang Anda tawarkan mampu bersaing dengan agen lainnya. Memang keuntungan yang diperoleh tidak banyak, namun pelanggan yang datang pastinya akan lebih banyak. jaga stok barang agar selalu tersedia. tambah macam dagangan secara berkala karena semakin banyak macam barang yang dijual akan semakin menarik minat pembeli, karena pada dasarnya pembeli mencari tempat belanja yang praktis, cukup datang ke satu agen, tapi warungnya bisa memiliki beraneka macam dagangan.
Modal awal
Sewa Kios Rp 20.000.000,00
Etalase, Rak, Timbangan, Kalkulator Rp 15.000.000,00
Stok produk barang dagangan Rp 150.000.000,00
Plastik untuk pembungkus Rp. 5.000.000,00
Dana darurat Rp 10.000.000,00+
Total Rp 200.000.000,00
Peralatan mengalami penyusutan setelah 3 tahun (36 bulan) pemakaian,
Rincian : 1/36 x Rp 15.000.000,00 = Rp 420.000,00
Biaya operasional
Belanja stok barang dagangan Rp 150.000.000,00
Biaya listrik Rp 300.000,00
Biaya transportasi belanja Rp 4.500.000,00
Gaji Karyawan 2 orang Rp 6.000.000,00
Uang Makan Karyawan Rp 1.800.000,00
Biaya Plastik Rp 5.000.000,00
Biaya penyusutan peralatan Rp 420.000,00 +
Total Rp 168.020.000,00
Omset per bulan
Penjualan per hari rata-rata Rp 8.000.000,00
Omset perbulan @ Rp 8.000.000,00 x 30 hari = 240.000.000,00
Laba bersih perbulan
Rp 240.000.000,00 - Rp 168.020.000,00 = Rp 71.980.000,00
Laba setelah zakat
Rp 71.980.000,00-2.5% = Rp 70.180.500,00
ROI (Return of Investment) (modal awal : laba bersih setelah zakat per bulan) = ± 3 bulan
NB:
Awal beroperasi usahakan bermain pada komoditi yang perputarannya cepat seperti beras, telor, minyak sayur, terigu, LPG.
Gula Pasir merupakan salah satu dari sembilan bahan kebutuhan pokok. Minimal dalam satu bulan sebuah keluarga menghabiskan gula pasir sebanyak 2kg, dan kebutuhan itu akan meningkat saat memasuki bulan Ramadhan.
Sebagai salah satu bahan pangan pokok, konsumsi gula selalu mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Ketergantungan konsumen terhadap konsumsi gula cukup besar karena kecilnya/lemahnya kecenderungan untuk mensubstitusikannya dengan gula buatan atau pemanis lain.
Selain digunakan untuk konsumsi pribadi, gula pasir juga dibutuhkan dalam usaha kecil, seperti tukang es, tukang martabak, warung kopi, warteg, dan lain sebagainya.
Kebutuhan akan gula pasir yang semakin meningkat, memberikan sebuah peluang usaha yang sangat menggiurkan. Apalagi semakin banyak perumahan-perumahan atau pemukiman padat penduduk. Jika dalam satu komplek perumahan terdapat 5000 unit minimal dibutuhkan 5000kg gula pasir dalam sebulan. Itu baru dari satu komplek perumahan. Apalagi dalam satu kecamatan terdapat beberapa komplek perumahan.
Ambillah contoh sebuah perumahan yang memiliki 5000 unit rumah dan sudah terisi sebanyak 30%. Ada sekitar 1500 unit terisi, jika 30% unit yang terisi membeli gula pasir sebanyak 1kg maka dalam sehari terjual 500kg gula pasir. Namun tentunya mereka tidak membeli gula pasir setiap hari. Ada cukup 1kg untuk sebulan ada pula yang berbelanja gula pasir setiap minggu. Jika kita mengasongkan gula pasir dikomplek tersebut maka paling tidak hanya 3 hari saja jualan dikomplek tersebut, setelah itu kita pindah ke komplek perumahan yang lain.
Seumpanya dalam sehari kita mampu menjual gula pasir sebanyak 500kg dengan margin keuntungan 1000 rupiah maka dalam sehari kita sudah mengantongi 500.000. Tinggal kita kalikan selama 30 hari saja maka Rp. 15.000.000 bisa didapatkan dalam sebulan.
Selain kita yang berjualan gula pasir, pasti dikomplek tersebut terdapat warung sembako yang juga berjualan gula pasir, dan tentu itu menjadi salah satu yang mengurangi jumlah orang yang membeli gula pasir pada kita. Tapi jika kita bisa menjual dibawah harga pasar, minimal kita bisa menjual sebagaimana agen menjual gula pasir, maka warung-warung sembako tersebut bisa kita ajak kerjasama. Warung sembako mengambil gula pasir sama kita, dan mereka menjualnya ke warga. Warung sembako menikmati keuntungan kita pun juga menikmati keuntungan, baik dari segi materi maupun tenaga dan waktu sehingga kita bisa meraih keuntungan yang lebih besar lagi.
Tinggal kita cari tempat belanja gula pasir yang murah dan kita bisa menjual sebagaimana mana agen menjual gula pasir, Jika di agen bisa menjual karungan dengan harga 13000/kg sementara kita bisa jual eceran 13.000/kg. Tentu akan banyak yang membeli gula pasir pada kita.
