Showing posts with label SARA. Show all posts


Semboyan negara kita ini mungkin sudah sedikit dilupakan oleh beberapa gelintir oleh orang-orang yang mengaku sebagai warga negara ini. Indonesia yang memiliki penduduk 240 jutaan, dan terdiri dari berbagai suku bangsa, sangat mudah disulut oleh isu-isu sara.

Pemilihan Presiden yang sebentar lagi digelarpun tak luput dari hantaman badai isu SARA. Teman yang sedari kecil mendadak menjadi musuh, hanya karena dukung mendukung pasangan capres dan cawapres pilihannya. si A menjagokan pasangan nomer 1, si B menjagokan pasangan nomer 2. Gesek menggesek, saling ejek, adu argumen mereka masih suka makan bareng, jalan bareng, nonton film bareng. Namun begitu salah satunya menyenggol SARA, pertemanan itu bubar jalan.

Entah apa yang akan mereka dapatkan jika yang dijagokannya terpilih jadi RI 1. Tapi apakah cukup imbalan yang mereka dapatkan jika salah satu yang berharga (persahabatan) itu hilang ? Tentu tidak. Mungkin mereka masih punya sahabat yang lain. Tapi ingat pepatah satu musuh terasa banyak tapi seribu teman masih kurang.

Bhinneka Tunggal Ika, semboyan tersebut bermakna meski berbeda-beda tetapi tetap satu juga. Meskipun jagoan kita berbeda dengan teman kita tentu kita tetap mempunyai satu harapan yang sama. Menyelamatkan Indonesia, agar Indonesia menjadi hebat.

Mendukung jagoan kita tak ada yang salah, tapi tak perlu terlalu fanatik. Karena semua yang serba terlalu itu tidak baik. Dukunglah jagoan masing-masing dengan cara yang santun. Kemukakan program-program mereka dengan baik, tak perlu mencari-cari kejelekan pasangan yang lain. Karena tanpa perlu dicari-cari kejelekannyapun mereka sudah jelek. Karena tak ada yang sempurna dari kedua pasangan tersebut.

Ingat Bhinneka Tunggal Ika, berbeda-beda tetapi tetap satu juga. Sama seperti kedua pasangan capres dan cawapres, mau pasangan yang nomer 1 maupun pasangan yang nomer 2, keduanya ingin menjadi nomer 1.

Yuk kita Selamatkan Indonesia dengan tidak mencari kejelekan lawan agar Indonesia Hebat


Pilpres adalah hal penting buat WNI, karena ini merupakan pemilihan pemimpin negara yang hanya dilakukan 5 tahun sekali. Bahkan gaung pesta sepakbola 4 tahunan Piala Dunia tersisihkan.

Entah apa yang terjadi besok buat negara Indonesia setelah Pilpres berakhir, apakah negara ini akan terkena chaos kembali ? Aku berharap semua aman-aman saja.

Aku merasa ada ketakutan dalam diriku dengan pilpres kali ini, semua isu dimainkan, terutama isu SARA. Yang disebut Cina-lah, Kafir-lah, tidak bisa baca Al-Qur`an-lah, HAM-lah, semua digunakan untuk menyudutkan lawan.

Itulah yang membuatku berburuk sangka akan terjadi chaos di negeri ini. Peluang terjadinya chaos timbul dari isu HAM. Jika Prabowo-Hatta yang terpilih maka kepemimpinan Prabowo akan terus digoyang isu HAM, karena sampai saat ini kasus HAM yang melibatkan Prabowo masih simpang siur. Karena kesimpang siuran inilah makanya dijadikan isu. Apalagi dikubu Jokowi-JK ada beberapa mantan Jendral yang berseberangan dengan Prabowo. Beberapa diantara mereka bahkan menjadi atasan Prabowo langsung.

Chaos yang kedua akibat SARA. Ini bisa terjadi jika Jokowi-JK yang terpilih, tapi sasarannya bukan ke Jokowi lagi, tapi ke Ahok (Basuki TP). Karena Ahok ini non-muslim, sementara di kubu Prabowo-Hatta ada beberapa kelompok yang cukup keras menentang kepemimpinan non muslim di Jakarta. tentu masih ingat kasus Lurah Susan yang non muslim dan bertugas di daerah yang mayoritas muslim. meski gaungnya tidak terlalu besar, mungkin karena wilayahnya cuma sekelas lurah.

Tapi semoga kedua kubu tetap arif dan bijak, siapapun yang terpilih tidak sampai terjadi chaos. meski dibeberapa lokasi seperti di warung bakso dan mie ayam chaos malah dicariin eh maaf itu mah saos.

Semoga Indonesia diselamatkan oleh Allah, amin.

HITSTAT

Total Pageviews

Popular Post

- Copyright © 2013 Catatan Harian Awanul Hamzah| Powered by Blogger