Showing posts with label menjanjikan. Show all posts


Belanja online saat ini sudah umu dilakukan. Karena kepraktisannya dan semakin terbatasnya waktu karena kesibukan. Mungkin saat ini orang berburu barang secara online hanya untuk membeli elektronik, gadget, komputer, baju. Tapi tidak menutup kemungkinan beberapa bulan lagi banyak yang membeli nasi uduk secara online.

Enaknya belanja online, anda hanya perlu terhubung ke internet saja. Tak perlu berpanas-panas keluar rumah, berdesak-desakan di angkot, ngantri di kasir seperti ngantri sembako. Cukup duduk depan monitor yang terhubung internet, lalu klak-klik, negosiasi, transfer, dan tinggal tunggu barang yang dibeli nyampai di rumah. Tak perduli anda berada di Desa Sitanggal, sementara penjual ada di Irian atau bahkan di Afrika.

Di dunia nyata pedagang yang tidak jujur banyak padahal sudah face-to-face, di dunia maya juga sama. Karena kejujuran itu tergantung pada individunya bukan sarananya. Risiko terbesar adalah anda menjadi korban penipuan saat transaksi belanja online. Modusnya macam-macam, ada yang menggunakan gambar orang lain untuk barang yang ditawarkan, ada yang menggunakan alamat dan nomor rekening palsu lalu setelah uang dikirim barang tidak dikirim. Ada juga yang model mempermainkan pembeli dengan melibatkan pihak ketiga seolah-olah kita salah transfer uang ke suatu rekening dan diminta untuk transfer dulu sebelum uang tersebut dikembalikan, dan sebagainya.

Nah, sebenarnya semuanya bisa kita antisipasi asalkan kita tetap hati-hati, tetap menggunakan akal sehat saat bertransaksi, dan mencari refensi sebanyak-banyaknya tentang penjual. Jika perlu dilacak dulu keberadaannya sampai di darat. Nah apabila memang tindakan antisipasi sudah dilakukan tetapi tetap saja tertipu, berikut ini ada cara yang bisa ditempuh meskipun tidak menjamin 100% uang bisa kembali.

Satu-satunya cara yang saat ini dianggap paling efektif adalah dengan BLOKIR REKENING Penipu.

Apabila anda tertipu, dan sudah yakin tertipu (pastikan benar-benar sudah terbukti bahwa anda tertipu), lakukan hal berikut untuk proses blokir rekening.
1. Pergi ke kantor Polisi, minta buat surat BAP laporan korban penipuan. Juga minta SKCK.
2. Pergi Bank rekening penipu (misal BCA, Mandiri atau lainnya), Ke Costumer Service untuk minta pemblokiran, dengan membawa dokumen berikut:
- surat BAP laporan penipuan dari polisi.
- Print Out transaksi pada situs atau forum jual beli tersebut (beserta bukti-bukti lain)
-  SKCK (biasanya diminta)
-  Kartu Keluarga Asli
-  Bawa materai untuk formulir laporan dsb (bawa 3 lembar materai 6.000)
-  TS bawa Pengacara (kalau perlu)

Nah setelah proses blokir rekening dikabulkan,Penipu tidak akan bisa menarik uang dari rekening tersebut ataupun lain-lainnya kecuali ada pencabutan blokir rekening dari Anda.

Jika blokir rekening tidak membuat jera Penipu, bawa kasus nya ke Pengadilan (penjara)

Untuk meminimalisir kemungkinan menjadi korban penipuan jual beli online, cocokan data penjual dengan modal nomer HP penjual dengan lokasi tokonya. Caranya ? klik disini terus masukkan nomer HP pedagang. nanti bisa ketahuan di mana nomer tersebut di daftarkan. Untuk lebih amannya lagi pilih toko online yang menggunakan fix number yang biasanya di keluarkan oleh PT. TELKOM.

Selamat berbelanja Online dengan tetap waspada



Paid to Click (PTC) program menyediakan layanan untuk mendapatkan uang dengan mengklik beberapa iklan. Jumlah iklan serta rentang nilai dari setiap iklan berbeda-beda untuk setiap situs. Secara umum, anggota akan dibayar $ 0,005 sampai $ 0,02 per klik. Ini adalah kisaran yang wajar. Di luar kisaran tersebut, seperti $ 1 per klik atau lebih akan dikatakan scam atau bohong.Dengan akuisisi begitu kecil itu konyol ketika orang berbondong-bondong untuk mendaftar dengan situs seperti ini. Bayangkan saja, jika Anda melayani 20 iklan per hari dengan nilai sebagai berikut: dua iklan senilai $ 0,01; sepuluh senilai $ 0,001 dan sisanya senilai 0,0005 dolar maka Anda akan mendapatkan: $ 0,02 + $ 0,01 + $ 0,004 = $ 0,034! Dalam sebulan Anda mendapatkan: $ 0.034x30 = $ 1,02. Aha! Anda ingin uang $ 1,02 per bulan?

Anda bisa bergabung dengan lebih dari satu situs, misalnya, lima atau sepuluh. Tapi ini tidak akan membawa perubahan yang signifikan. Penghasilan anda tidak akan lebih baik. Anda hanya bisa kalikan, 5x $ 1 = $ 5 atau 10x $ 1 = $ 10 per bulan. Sakit untuk hanya $ 5 atau $ 10 per bulan apa? Selain itu kami akan sangat lelah jika Anda harus bergabung di 09:55 situs.Namun ada banyak orang ingin mengikuti program ini. Saya pikir ini adalah alasan mengapa:

    
Cara termudah untuk membuat uang di internet. Tidak diperlukan apa pun selain kemampuan untuk mengklik. Tentu siapa pun bisa melakukannya.


    
Keanggotaan gratis. Memang, Anda dapat meng-upgrade dengan membayar, tapi itu opsional.


    
Hasilnya adalah lebih nyata. Maksudku, ketika Anda mengklik pada iklan, bayarannya langsung terlihat pada saldo account Anda. Jadi, Anda tahu persis bagaimana telah diperoleh, dan ketika bisa melakukan penarikan.


    
Semua anggota memiliki mimpi yang sama bahwa suatu hari mereka akan mendapatkan banyak uang di sana.


Mungkin Anda bergabung dengan situs karena tertarik pada iklan yang menjanjikan penghasilan besar jika Anda menjadi anggota. Pengiklan menunjukkan bahwa ia telah menerima beberapa ribu dolar dari apa yang dia katakan sebagai 'situs PTC terbaik'. Tapi apakah dia memberitahu Anda bagaimana untuk mendapatkan penghasilan besar? Bagaimana seseorang bisa mendapatkan beberapa puluh dolar hanya dalam satu atau dua hari?


Apa yang kebanyakan orang tidak tahu tentang bagaimana untuk mendapatkan uang besar di Paid to Click (PTC) program adalah tentang arahan. Keberhasilan mereka tergantung pada berapa banyak orang yang mereka berhasil merujuk pada program. Tanpa arahan tersebut, mendapatkan uang besar akan hanya mimpi. Anda tidak dapat bergantung pada klik Anda untuk membuat banyak uang.


Bagi kebanyakan orang, itu tidak mudah untuk mendapatkan referal. Perlu dana dan pengetahuan tentang teknik pemasaran online. Saya pikir sebagian besar anggota situs PTC tidak memiliki dua hal penting. Mungkin mereka bisa mendapatkan downline, tetapi untuk sejumlah kecil. Anda bisa membuat banyak uang dengan itu? Saya rasa tidak.


Dengan fakta ini, sejumlah kecil orang yang memiliki banyak dana dan pengetahuan tentang pemasaran online akan mendapatkan arahan besar dengan mudah. Oleh karena itu mereka akan lebih kaya dan lebih kaya. Pada sebaliknya, sebagian besar anggota akan tetap berjuang untuk mendapatkan impian mereka tanpa hasil. Bagi sebagian besar dari mereka, Paid to Click program seperti cerita-cerita berakhir sedih. Dimulai dengan janji-janji besar tapi berakhir dengan hasil dolar kecil. Saya yakin bahwa sebuah situs dengan program ini tidak akan membuat Anda kaya! 


Namun harapan untuk kaya dari PTC tetap ada tentunya dengan kesungguhan hati dan tidak dari satu PTC saja dan tidak bekerja sendiri tapi dengan referal anda.
 
Gang - gang sempit dengan rumah yang saling berhimpitan menjadi pandangan khas di Kebon Singkong, Kelurahan Klender, Jakarta Timur. Inilah kampung pengemis. Ada sekitar 3 RW di kawasan ini. Warga yang tinggal di Kebon Singkong kebanyakan pendatang. Mayoritas mereka berasal dari Indramayu, Jawa Barat.

Dulunya kawasan padat penduduk ini hanyalah hamparan kebun singkong. Namun sejak tahun 1980-an perlahan - lahan rumah semi permanen dibangun menggantikan tanaman singkong. “Sampai sekarang meski perkebunan singkong sudah tidak ada, kampung ini tetap disebut Kebon Singkong,” kata Yayan, tokoh pemuda di Jakarta Timur.

Seiring perkembangan, daerah Kebon Singkong menjadi kawasan padat dan ramai. Bahkan kawasan ini belakangan dilabeli "danger" sebab banyak residivis yang bersembunyi dan tinggal di kawasan ini.

Selain dikenal sebagai daerah yang rawan kriminalitas, daerah ini juga disebut - sebut sebagai kampung jablay. Dulu banyak perempuan penghibur yang sering mangkal di lokalisasi Prumpung, Jatinegara, mengontrak di daerah ini. Namun seiring meredupnya lokalisasi Prumpung, para pekerja seks komersial ( PSK ) yang tinggal di daerah tersebut perlahan berkurang. Sekarang di Kebon Singkong banyak dihuni para pengemis. Mereka adalah warga Indramayu.

“Setiap bulan puasa ratusan orang dengan menumpang truk datang ke sini mengontrak rumah," ujar Berra Hanson, warga Kebon Singkong. Hanson yang memiliki 20 petak kontrakan mengaku kecipratan untung setiap bulan puasa. Sebab seluruh kontrakannya penuh terisi. Padahal bulan biasa paling hanya terisi separuhnya. Para pengontrak itu adalah pengemis yang rutin beroperasi di wilayah Menteng dan Jatinegara.

Tarif kontrakan milik Hanson bervariasi. Untuk petakan yang ada di bawah yang ukurannya 3 x 6 meter dipatok Rp 350 ribu - Rp 500 ribu per bulan. Untuk petakan yang di atas yang ukuranya lebih kecil harga sewa yang dikenakan Rp 150 ribu - Rp 250 ribu. Harga - harga itu sudah termasuk biaya listrik. "Biar pengemis mereka bayar kontrakan selalu tepat waktu. Dan mereka membayar dengan uang pecahan seribuan hasil mengemis. Sudah diiketin duitnya sama mereka," celetuk Hanson sambil tersenyum.

Di Kebon Singkong, terdapat ratusan kontrakan yang dihuni para pengemis. Kalau bulan puasa tiba, jumlahnya makin banyak lagi. Sekitar 200 - 300 orang menyusul datang.

Para pengontrak tinggal dengan peralatan seadanya. Paling hanya tikar dan kasur lipat. Tidak ada perabot - perabot yang mewah. Padahal pendapatan mereka rata - rata per hari bisa dibilang lumayan. Mereka bisa mendapatkan uang paling kecil Rp 200 ribu per hari.

"Seorang pengemis yang ngontrak di saya bilang, paling apes mereka dalam sehari dapatnya Rp 200 ribu per hari. Tapi umumnya mereka dapat uang sekitar 500 ribu-Rp 600 ribu per hari," ujar Hanson.

Omongan Hanson bukan isapan jempol belaka. Sebab beberapa waktu lalu seorang nenek - nenek buta yang menghuni kontrakan miliknya mengaku kehilangan celengan. Nenek itu bilang uang yang ada di dalam celengan jumlahnya Rp 900 ribu hasil mengemis selama 4 hari sebelumnya.

"Bayangin aja dalam 4 hari saja nenek itu bisa menabung Rp 900 ribu. Kalau sebulan bisa dapat berapa duit itu nenek," kata pria asal Medan itu.

Sekalipun dapat duit banyak dari mengemis, namun kehidupan mereka di kontrakan seperti orang tidak punya. Sebab uang hasil mengemis biasanya secara rutin dikirim ke kampung untuk beli sawah dan membangun rumah.

Hanson mengaku pernah melihat rumah - rumah mereka saat menghadiri kondangan warga setempat yang menggelar acara khitanan anaknya di daerah Haur Geulis, Indramayu. Saat datang ikut hajatan di sana ia ditunjuki rumah para pengemis yang ngontrak di Kebon Singkong.

Alangkah terkejutnya Hanson karena ternyata rumah mereka di kampung besar dan rapi. Bahkan saat dia bertamu melihat perabotannya sangat wah. "Kamar mandi saja ada bathtubnya. Malah ada yang punya kolam renang segala," kata Hanson takjub.

Dari situlah Hanson dan sejumlah warga di Kebon Singkong maklum mengapa dari waktu ke waktu, warga dari Indramayu banyak berdatangan. Mereka ingin mengikuti jejak saudara atau tetangganya yang bisa hidup wah di kampung hanya dengan mengemis.

Nuki Senan, juga warga setempat, menjelaskan para pengemis yang tinggal di Kebon Singkong kebanyakan orang - orang tua, cacat dan anak - anak. Sementara bapak - bapak atau ibu - ibunya bertugas mengawasi dan mengantar jemput para pengemis. Mengapa demikian? Sebab bila yang mengemis adalah orang buta atau anak - anak biasanya mendapat uang banyak. Kalau orang dewasa apalagi dalam kondisi normal dapatnya sedikit. "Dapat Rp 30 ribu per hari saja sudah syukur," ujar Nuki.




Jangan heran jika orang - orang dewasa berasal dari desa tempat tinggal pengemis lebih menggantungkan ekonomi kepada anak - anaknya. Mereka disuruh mengemis. Hanya orang dewasa yang cacat yang justru mencari uang sendiri karena kondisi itu akan menerbitkan empati.

Demi mendapat empati, maka banyak orang buta di Kebon Singkong tidak mau diobati. Mobil - mobil pelayanan penyakit Katarak yang sempat datang ke daerah itu selalu sepi peminat. "Mereka ( orang buta ) tidak mau diobati. Sebab kebutaan mereka anggap sebagai aset untuk mengemis. Begitu juga yang cacat," ujar Nuki.

Begitu berharganya orang buta di kalangan pengemis sampai - sampai antar sesama pengemis sering berselisih. Mereka berupaya mendapatkan mobil, ini merupakan istilah untuk orang buta yang mengemis. Terkadang terjadi persaingan harga sewa bagi pengemis buta ini.

"Di sini pengemis buta banyak yang beristri lebih dari satu orang. Mereka ( orang buta ) jadi rebutan karena dianggap sebagai aset untuk dapat uang," terangnya. Sekalipun wilayahnya banyak dihuni para pengemis, namun warga setempat yang bukan pengemis tidak merasa terganggu bila dicap sebagai kampung pengemis. Pasalnya, warga bisa ikut meraup berkah dari para pengemis itu. Paling tidak, kata Nuki, warung atau rumah petakan jadi laku.

Hubungan simbiosis mutualisme antara pengemis dan warga membuat hubungan bertetangga di Kebon Singkong berjalan harmonis. "Mereka tidak banyak berulah karena mereka kebanyakan menghabiskan waktunya di luar. Datang ke kontrakan hanya untuk istirahat saja," pungkasnya.

Jika dalam sehari seorang pengemis bisa meraup omset Rp. 200.000,- maka dalam sebulan dia berpenghasilan Rp. 6.000.000,-. Makanya  kebanyakan orang yang sudah menghilangkan kemaluan eh rasa malunya maka mengemis menjadi alternatif yang sangat menjanjikan untuk meraih penghasilan.

Tapi ingat dalam Islam orang yang memberi lebih baik daripada orang yang menerima. Nabi Muhammad Shallallahu `Alaihi wa Sallam bersabda :


" Tangan yang di atas (pemberi) lebih baik daripada tangan yang di bawah (penerima pemberian)." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)







HITSTAT

Total Pageviews

Popular Post

- Copyright © 2013 Catatan Harian Awanul Hamzah| Powered by Blogger