Showing posts with label ikhlas. Show all posts
Tahun 2002 aku pindah menempati rumah baruku, saat itu masih bujangan, karena belum ada yang menemani malam-malanku, akupun jarang pulang ke rumah, akhirnya aku sering menginap di kontrakan lamaku. Oh iya aku tinggal di salah satu perumahan di daerah Tangerang. Setelah satu persatu teman-teman di kontrakan pada pulang kampung dan ada juga yang memulai hidup baru dengan istrinya. Akhirnya akupun memantapkan hati menempati rumahku. Karena saat itu kerja kena shift, kadangkala siang ada di rumah
Saat itu aku sedang duduk santai sambil ngopi ditambah bengong karena ga ada teman ngobrol, tetangga terdekat berjarak 10 Meter dan karena siang rata-rata pada kerja aku diam saja daripada nyamperin ke rumah tetangga cuma ujung-ujungnya cuma ngerumpi sama ibu-ibu mending di rumah saja. Eh tau-tau terdengar ucapan salam, ternyata petugas pencari dana dengan membawa surat permohonan, aku lihat Surat itu untuk pembangunan sebuah masjid aku lupa nama masjidnya, katanya dari kampung sebelah (di luar komplek perumahan), di suratnya itu ada daftar para donatur dan ditulisnya daftar yang ngasih itu ada yang ngasih Rp 20.000, miniman Rp 10.000. Pikirku biasa aja namanya juga buat bangun masjid pada ingin beramal buat bekal di akhirat nanti. Aku kasih segitu juga.
Kedua Bulan berikutnya ada yang datang lagi, petugas pencari dana masjid. Sambil bawa surat dan daftar pemberi donator, biasa catatanya pada ngasih Rp. 10.000 - Rp. 20.000.
Ketiga selisih sebulan lagi ada yang datang lagi, petugas pencari dana masjid. Sambil bawa surat dan
daftar pemberi donator, biasa catatanya pada ngasih Rp. 10.000 - Rp.
20.000.
Ke empat datang lagi beda bulan beda masjid. Tapi kali ini emak-emak minta sumbangan buat masjid juga, aku tanya dari masjid mana? Dia jawab dari Bogor, aku bilang jauh amat bu (ibunya emang terlihat udah kelihatan capek/memelas pake sedal jepit jalan keliling komplek), aku ceramahin disitu, kenapa gak pemudanya aja bu yang keliling cari sumbangan, kan kasian ibu kalau jauh-jauh jalan Cuma cari sumbangan masjid pemudanya kan pasti ada, trus aku lanjutin lagi, kenapa gak pake proposal aja diajuin ke Depag kek atau pemerintah Arab atau ke yang lain. Si ibu masih nungguin sambil memelas nunggu di kasih sumbangan, tapi ane gak kasih. Soalnya menurut saya tidak masuk akal aja.dan aku cuma berani sama emak-emak doank..
Begitu terus selang sebulan pasti ada yang datang lagi, jika dulu cuma Rp. 10.000 sampai Rp. 20.000 sekarang meningkat menjadi Rp. 50.000 sampai Rp. 100.000. seiring meningkatnya gaji buruh meningkat juga jumlah sumbangan yang tertulis. Beberapa bulan kemaren datang lagi, kali ini dari masjid “Al-Ikhas”. Aku bilang aja kok tiap bulan minta sumbangan pak, kemaren perasaan baru aja minta. Bapaknya kaget sedikit melotot agak takut, sambil bilang tidak mas baru ini kok. Aku bilang tidak ah kemaren udah ada yang minta juga kok (padahal aku juga tidak tahu yang sebelum-sebelumnya dari mana aja). Nah di daftarnya itu juga biasa yang ngasih gila-gilaan diatas Rp.50.000 semua.
Karena mendengar isu-isu yang beredar bahwa sumbangan tersebut bukan buat masjid tapi buat kepentingan pribadi akhirnya aku berfikir untuk sekali-kali ngerjain mereka sekaligus untuk tes kejujuran mereka. Namanya sumbangan seiklasnya, aku mau kasih Rp. 2.000 aja, tapi karena merasa tidak enak, akhirnya aku kasih Rp. 2.000. Tujuannya buat merubah daftar disitu, agar yang lain, ayng merasa keberatan dan malu untuk menyumbang dengan nominal yang kecil tidak malu-malu lagi dan tidak menggerutu lagi. Makanya aku kasih saja Rp. 5.000, pas aku kasih ditanyain ditulis tidak mas, aku bilang ditulis dong. Nulisnya kelihatan malas-malasan dan sekedar tulis saja.
Nah di bulan November ini, Datang lagi orangnya santun banget, salamnya aja sambil nunduk. Dan masih masjid yang sama “Al Ikhlas”. Daftar sumbangannya masih sama juga gede-gede, ampun deh, Aku makin curiga saja, kenapa pembangunan masjidnya tidak beres-beres juga, tidak ngasih juga tidak enak nanti kalau emang bener. Akhirnya aku kasih Rp. 5.000. Nah pas aku kasih ditanyain lagi, ditulis tidak mas, aku bilang ditulis dong, pas nulis cuma ditulis nama saja aku tungguin aku ikutin sampai teras kok nominal Rp. 5000 yang aku kasih tidak ditulis-tulis juga. Curiga aku kalau nanti ditulis jadi Rp. 100.000 biar nanti yang berikutnya ikut ngasih yang gede juga. Coba kalau daftarnya Cuma ditulis Rp. 1.000, Rp. 2.000 atau Rp. 5000 pasti yang lain ikutan segitu juga.
Nah pas dia pergi aku cariin lagi di komplek udah tidak kelihatan lagi orangnya, sebelumnya mereka jalan nyebar 3 orang di komplek. Aku Cuma penasaran tadi yang aku kasih DITULIS BERAPA? Habis itu aku ketemu temanku, cerita itu juga, Nah tetangga ane sebelah itu, menolak mentah-mentah peminta sumbangan itu, berani banget, padahal belum lama pindahan, beda blok sih, dia ngambil rumah oper kredit.
Ditanyain Petugas Sumbangan (PS) sama Temanku (T):
T: dari mana?
PS: dari masjid kampung sebalah pak (tutur katanya santun)
T: mana gak ada kampong sebelah lagi bangun masjid “Al ikhlas” (padahal temanku juga tidak tau, ppindah juga baru sehari)
PS: gak pak tadi udah lapor sama pak RT
T: RT mana?
PS: Iya sama Pak Rudi, disana pak (sambil nunjukin tempatnya)
T: mana ada RT Pak Rudi, yang ada mah rumah pak RT di belakang situ bukan disana namanya juga Pak Situmorang (sebelumnya yang ditunjukin sama PS)
PS: .. Pergi gak dikasih duit…
Dalam hatiku aduh…, apa selama ini aku emang ditipu yaaa…
Sebaiknya kalau ada peminta sumbangan dan kita ragu akan kebenarannya, mintalah petugas tersebut untuk ijin dulu sama RT RW setempat. Kecuali kalo kita sudah ikhlas bener silahkan saja, karena kadangkala itu adalah ujian keikhlasan bagi kita untuk menyisihkan sebagian harta yang kita punya.
Dan sebaiknya dalam memberi sumbangan rutin setiap minggu, langsung saja ke Masjid terdekat, atau ke anak yatim atau janda-janda yang sudah tidak mampu untuk bekerja, sementara hidupnya tidak ada yang menanggung. Jangan sampai kita bisa makan kenyang sementara ada tetangga yang sama sekali tidak memiliki makanan untuk sekadar pengganjal perutnya.
BERBAGI ITU INDAH ... BERBAGI ITU PENUH BERKAH ...
Beberapa hal yang menurut saya membuat sekolah tidaklah penting untuk kita.
1. Jika anda beranggapan dengan punya pendidikan tinggi, maka akan mudah mendapat pekerjaan. Sayangnya kita sudah bukan di era tahun 80an. Jaman dulu, seorang sarjana sangat dihargai karena jumlahnya tidak sebanyak sekarang. Namun sekarang, hampir setiap orang adalah sarjana sehingga semakin lama semakin tidak ada harganya. Karena itu bukan hal yang mengagetkan apabila saat ini kita menemukan begitu banyak orang-orang di sekitar kita yang setelah lulus, tidak kunjung mendapat pekerjaan/dihargai terlalu rendah, sehingga akhirnya terpaksa membuat usaha sendiri, melanjutkan usaha orang tua, menjadi agent property/investasi, dan lain-lain.
2. Di sekolah umumnya kita tidak mempelajari sesuatu namun hanya menghafal sesuatu yang hanya berguna pada saat ulangan. Dan semua yang diajarkan sekolah 95% akan tidak digunakan di masa depan kita. Sedangkan 18 tahun pertama dalam hidup kita menggunakan 95% waktu kita untuk sekolah. Karena itu akan jauh lebih berguna dan bijaksana apabila kita memanfaatkan waktu tersebut untuk meraih cita-cita kita yang sesungguhnya dari sedini mungkin. Berdasarkan survey yang telah saya lakukan, dapat saya simpulkan bahwa orang bersekolah bukan berarti ia belajar. Sebaliknya orang yang tidak bersekolah belum tentu ia tidak belajar.
3. Usia anak sekolah mulai dari umur 5 (SD) tahun hingga 18 tahun (SMA). Pada usia tersebut sebenarnya adalah masa pertumbuhan sang anak. Dari sekolah mereka akan dituntut bangun pagi, pulang sore, dan biasa akan dilanjut oleh kegiatan les/belajar hingga malam, dan tidak jarang jika ada ulangan besok, anak akan memforsir dirinya untuk belajar hingga subuh. Hal ini akan mengakibatkan kurangnya waktu istirahat dan stress pikiran yang berujung pada terhambatnya pertumbuhan, dan lebih buruknya lagi juga dapat memicu gangguan mental atau depresi berkelanjutan.
4. Banyak yang tidak menyadari, di sekolah kita belajar pada para guru yang sebenarnya tidak tergolong dalam kategori orang sukses dan bahkan bisa jadi taraf hidupnya tidak lebih baik daripada kita saat ini.
5. Jika anda termasuk salah satu orang yang beranggapan untuk mencari relasi/teman dari kegiatan persekolahan. Maka mungkin bisa saya sarankan untuk melakukannya di ormas keagamaan, karang taruna, fitness gym, masjid, dan masih banyak komunitas-komunitas lainnya yang dapat membantu anda. Pada dasarnya hal ini bukan ditentukan dari sekolah atau tidak tetapi ditentukan dari kemampuan setiap individu dalam bersosialisasi.
6. Fakta menunjukkan bahwa orang-orang di dunia yang mempunyai nama besar seperti Albert Einstein, Donnie Yen, Tobey Maguire, Andrie Wongso justru adalah mereka yang gagal dalam pendidikannya dan bahkan tidak lulus Sekolah Dasar. Yang setelah saya pelajari biografi mereka, mereka tidak akan menjadi orang hebat seperti saat ini jika dulu mereka memilih untuk melanjutkan sekolahnya. Seorang Bill Gates pun (orang terkaya ke-2 di dunia saat ini) tidak menyandang gelar Sarjana. Sedangkan ada ratusan juta Sarjana Informatika tersebar di seluruh dunia yang secara pendidikan melebihi Bill Gates namun tidak dapat menyamai kesuksesan Bill Gates.
*Hidup ini hanya sekali dan singkat. Akan amat sangat disayangkan apabila kita tidak dapat menikmatinya karena kita tidak tahu kapan kita akan pergi meninggalkan dunia ini, berapa lama kita dapat hidup di dunia ini dan pada saat itu tiba kita tidak akan membawa apapun dari dunia ini selain pahala. Oleh karena itu sedapat mungkin tidak perlu melakukan hal-hal yang tidak kita sukai dan menyiksa diri kita sendiri. Untuk mencapai satu tujuan selalu tersedia banyak jalan.
Tidak perlu kita malu dan berkecil hati hanya karena background pendidikan kita yang rendah, justru suatu hari kita boleh berbangga diri apabila kesuksesan kita dapat mengalahkan mereka yang secara pendidikan lebih tinggi.
Yang penting bagi kita adalah menuntut ilmu. Sebagaimana perintah Rasulullah
Tuntutlah ilmu sampai ke negeri cina
Seperti biasa kalau hari Jum`at setiap muslim diwajibkan shalat jum`at. Nah kalau shalat jum`at apa yang dibawa ? GOLOK atau PECI ?
Pada ibadah sholat jum'at ini merupakan wadah bagi kita untuk menyalurkan infaq kita walaupun hanya seminggu sekali.
1 tahun = 52 minggu
Jika setiap muslim dalam setiap sholat jum'at membawa GOLOK (uang Rp. 1000) ini perhitungannya.
1000 x 52 = Rp. 52.000
Jika suatu masjid jumlah jamaah sholat jum'at 100 maka:
52000 x 100 = Rp. 5.200.000
Jadi uang yang diterima masjid dalam satu tahun adalah Rp. 5.200.000
Uang 5,2 juta bisa digunakan misalnya untuk beli karpet masjid, untuk menservice mikrofon, sound dan lain-lain
Bayangkan jika setiap shalat jum`at setiap muslim membawa PECI MERAH (Rp. 100.000) ... tentu merupakan penghasilan yang fantastis untuk masjid yang bersangkutan
Pada ibadah sholat jum'at ini merupakan wadah bagi kita untuk menyalurkan infaq kita walaupun hanya seminggu sekali.
1 tahun = 52 minggu
Jika setiap muslim dalam setiap sholat jum'at membawa GOLOK (uang Rp. 1000) ini perhitungannya.
1000 x 52 = Rp. 52.000
Jika suatu masjid jumlah jamaah sholat jum'at 100 maka:
52000 x 100 = Rp. 5.200.000
Jadi uang yang diterima masjid dalam satu tahun adalah Rp. 5.200.000
Uang 5,2 juta bisa digunakan misalnya untuk beli karpet masjid, untuk menservice mikrofon, sound dan lain-lain
Bayangkan jika setiap shalat jum`at setiap muslim membawa PECI MERAH (Rp. 100.000) ... tentu merupakan penghasilan yang fantastis untuk masjid yang bersangkutan
Rp. 520.000.000
dengan penghasilan sebesar itu dalam setahun tentunya pengurus masjid tidak hanya sekedar berfikir untuk membeli karpet masjid atau bayar listrik saja tapi mudah-mudahan pengurus masjid berfikir untuk mensejahterakan warga sekitar masjid dengan memberikan bantuan modal tanpa bunga, menyediakan fasilitas pendidikan yang berkualitas, memberangkatkan asatidnya haji minimal satu ustad pertahun dan lain-lain.
Mari bersedekah seperti tidak pernah melakukan apa-apa dan kita rasakan seperti untuk pertama kalinya bersedekah walaupun kenyataannya sudah berulangkali. Dengan seperti itu InsyaAllah keikhlasan akan lestari didalam hati kita juga menghilangkan riya' serta kita akan terus bersedekah dan hanya mengharap ridho Allah SWT.
Tapi meski hanya membawa golok saat ibadah Jum`at, uang seribu yang diinfaqkan, walaupun kecil itu sangat berarti. Mulailah sedekah, segala
sesuatunya dimulai dari hal-hal kecil. Semoga kita semuanya mendapatkan
pahala dari Allah SWT, Aamiin
Mungkin kita akan beralasan, tidak mengapa infaq tiap Jum`atan sedikit yang penting ikhlas?
Sedikitnya berapa? Seribu? kenapa tidak ditingkatkan saja sedikitnya jadi Rp.10.000?
Jangan beralasan yang penting ikhlas. Jangan pelitlah dalam berinfaq
Karena dalam pikiran saya, tidak ada orang yang memasukan duit ke kotak amal tidak ikhlas. Pasti ikhlas ! karena itu sumbangan sukarela, kotaknya diedarin. Kalau tidak ikhlas sepertinya lebih kearah tidak memasukan duit ke kotak amal tersebut. Berbeda dengan bersedekah sama pengemis apalagi pengamen.
Jadi, alangkah baiknya nilai infaq kita tiap Jum`at dinaikan dari Rp. 1000 menjadi Rp. 10.000, malu dong sanggup membeli paket internet, sanggup membeli rokok tapi buat sedekah susah.
Lagian Allah janji, inget, janji (dimana Allah tidak pernah ingkar janji sebagaimana kita) bakal ganti uang yang kita sedekahin berlipat ganda. Apalagi Allah menjanjikan bahwa apa yang kita infaqkan akan dikalikan 10, jika Rp. 1000 / perjum`at maka dalam setahun akan diganti menjadi Rp.520.000 apalagi di Bulan Ramadhan yang sebentar lagi akan tiba akan dilipatgandakan lagi.
Lagian Allah janji, inget, janji (dimana Allah tidak pernah ingkar janji sebagaimana kita) bakal ganti uang yang kita sedekahin berlipat ganda. Apalagi Allah menjanjikan bahwa apa yang kita infaqkan akan dikalikan 10, jika Rp. 1000 / perjum`at maka dalam setahun akan diganti menjadi Rp.520.000 apalagi di Bulan Ramadhan yang sebentar lagi akan tiba akan dilipatgandakan lagi.
Ya tentunya ini bukan hitungan matematis sederhana, karena Allah bisa memberikan balasan dalam bentuk berbeda-beda. Tapi yang jelas, selain manfaat buat mesjidnya, banyak manfaat buat kita juga, di antaranya sebagai investasi, karena Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik. Ingat rumus ikhlas dalam artikel blog ini beberapa hari yang lalu disini
Mari kita rubah kebiasaan kita bersedekah dengan mengambil lembaran dengan nilai terkecil di dompet kita menjadi lembaran terbesar di dompet kita.
Insya Allah jika sudah menjadi kebiasaan maka keikhlasan akan terbentuk dengan sendirinya.
Beberapa tahun yang lalu Andre Stinky yang sekarang ngelawak di OVJ disuruh nyari ilmu ikhlas agar bisa menikahi anak om jack (Dedy Mizwar) butuh waktu lama untuk belajar ilmu tersebut ...
Barangkali anda pengen belajar ilmu tersebut ... ane kasih bocorannya ya ... kan anak Indonesia paling seneng kalau dengar kata bocoran ... terutama bocoran soal UN
Ikhlas itu ternyata make rumus A/B = C
dengan :
A = Memberi
B = Mengharap balasan
C = Menerima / Hasil
contoh :
A/B = C
jika
A= 1, B =1 maka
A/B = C, 1/1 = 1
jika kita memberikan 1 buah jeruk dang mengharapkan di balas dengan imbalan 1 buah semangka maka hasil yang kita dapat hanya 1 buah semangka itu
A/B = C
Jika
A=1, B=2
Maka A/B = C, 1/2=0,5
jika kita memberi 1 dan mengharakan imbalan 2 maka hasil yang kita dapat akan semakin sedikit yaitu setengah dari yang kita berikan
A/B = C
Jika A=1, B=0
Maka A/B = C, 1/0 = ~
jika kita memberikan sesuatu dan tidak mengharapkan balasan apapun dari dia maka allah akan memberikan pemberian yg tak terhingga
Jadi jika kita sudah memberi sebaiknya tidak usah berharap menerima, karena justru hasil yang kita terima tak ternilai harganya ...
Karenanya ikhlaskan saja ... pasti Allah yang akan membalasnya





