Showing posts with label pemilu. Show all posts

Perhelatan Piala Dunia 2014 di Brazil menyisakan waktu kurang dari dua minggu. Meskipun Timnas Indonesia tidak mengikuti gelaran tertinggi di dunia olahraga sepakbola…kita jangan berkecil hati…. Bahkan sebenarnya ada laga panas melebihi Piala Dunia, ini adalah laga yang menentukan nasib bangsa 5 tahun ke depan, laga yang menentukan lebih dari 200 juta manusia…..

Laga pertama 08 Juni 2014, menyusul laga kedua 22 Juni 2014. Kedua laga tersebut dijadwalkan akan disiarkan langsung oleh enam stasiun televisi. Dan laga terakhir sebagai laga penentu di adakan tanggal 09 Juli 2014.

Seperti yang kita semua tahu, laga penting ini akan menampilkan “Koalisi Indonesia Raya” (FC Indray) VS “Koalisi Indonesia Hebat" (FC Inbat).

Berikut ini perkiraan susunan pemain yang akan diturunkan oleh kedua tim. Ane mencoba memasukkan pemain cadangan, tapi di masing2 tim memiliki 3-4 slot yg tersisa, nanti ane pikirin lagi


 FC Indonesia Raya : 

Indray FC
Indray FC

Lini Belakang

Amin Rais, nama yang tak asing lagi di telinga kita, mulai bersinar sekitar 16 tahun lalu kala sepakbola tidak seperti sekarang, maka tak heran jika FC Indray mempercayakannya untuk menjaga agar gawang jangan sampai kebobolan. Keberadaanya tentu dapat memberikan tambahan moril bagi rekan-rekannya di lapangan.
Dengan mengandalkan 2 Centre Back, kombinasi tua muda, Irama dan Zon diharapkan FC Indray dapat meredam serangan-serangan FC Inbat. Yang nantinya layak kita simak adalah, Bek tengah FC Indray, Irama, diperkirakan akan langsung berhadapan dengan striker andalan FC Inbat, Widodo. Irama yang pada laga sebelumnya “penasaran” dengan Widodo, tentu kali ini tidak akan melepaskan kesempatan untuk mengawal ketat Widodo. Di kanan FC Indray memiliki Dhani yang kolaborasinya dengan Irama di tunggu oleh pecinta FC Indray. Di sisi kiri mungkin akan menjadi titik lemah FC Indray, SDA yang baru-baru ini dinyatakan mengalami cedera “Hamstring”. Meskipun tim dokter mneyatakan bahwa Ali harus dirawat, bek kiri andalan FC Indray berkeras bahwa ini adalah “salah paham”. Dengan absennya Dharma Ali, selain akan meninggalkan ruang kosong di sisi kiri pertahanan, Bek tengah Fadli Zon akan di paksa bekerja keras menutup lubang-lubang antara lini pertahanan dan lini tengah. Kerja keras Zon mungkin akan sedikit berkurang jika FC Indray memasukan Kivlan Zen di sentral lini pertahanan. Zen seperti yang kita ketahui adalah pemain yg memiliki determinasi tinggi dalam bermain. Pantang menyerah dan dispilin. Selain itu FC Indray memiliki kemungkinan lain dengan memadukan pemain-pemain baru mereka, misalnya memasukan Hermansyah sebagai bek tengah bersama Dhani. Mendorong Irama ke kanan, dan menjajal Raffi Ahmad di sisi kiri agar bisa bekerja sama dengan Soedibjo. 4 Pemain bertahan dengan latar belakang yang sama, tentu akan mempermudah komunikasi di lapangan, seperti contohnya kebersamaan Dhani dan Hermansyah yang sudah sering kita saksikan lewat layar televisi.

Lini Tengah

Jika kita tadi sempat membahas sedikit titik lemah di pertahanan, maka sekarang ane akan membahas lini tengah yang menjadi salah satu kekuatan FC Indray . Duet lini tengah Mahfud – Bawazier, seperti membawa angin sejuk ke dalam tim, mereka diharapkan akan mampun menjadi penyeimbang antara lini depan dan belakang. Selain itu keduanya juga di harapkan akan mampu memberikan supply bola matang kepada 2 sayap FC Indray, (Bakrie dan Tanoe) yang bisa jadi merupakan awal terciptanya serangan mematikan ke kubu lawan. Kemampuan keduanya tak perlu di ragukan lagi, masing-masing memiliki daya jelajah dan kreasi yang luar biasa di lapangan.

Lini Depan

Duet subianto Rajasa, merupakan duet yang perlu diwaspadai oleh bek-bek lawan…Subianto sebagai goal getter memiliki naluri yang mungkin tidak dimiliki oleh 2 striker FC Inbat, daya jelajah, visi dan misi, serta ketekunan dalam meraih gol mesti di apresiasi. Sementara Rajasa, pergerakan tanpa bolanya akan mampu mengecoh lawan, dan akhirnya membuka peluang bagi Subianto untuk mencetak gol.

Official

Meskipun berasal dari klub yg sama, namun musim transfer telah dimulai. Demikianlah kenyataan yang ada. Bergabungnya Iskandar ke FC Inbat tentu tidak menyurutkan langkah Wahid untuk membela FC Indray, begitu pula dengan apa yang dilakukan oleh Rahmawati Soekarnoputri. Kedua putri mantan Presiden ini diyakini akan membawa dukungan moril para pemain yang nanti berlaga, dan pasti akan mengambil peran penting dalam menyusun strategi menuju kemenangan


FC Inbat (Indonesia Hebat)

Inbat FC
Inbat FC

Lini Pertahanan

Seperti yang sudah di sebutkan sebelumnya, jika FC Indray memiliki duo lini tengah yang termasuk kategori “pelari” dan duet striker mematikan Subianto Rajasa, maka FC Inbat mengantisipasinya dengan menaruh pemain-pemain belakang dengan karaktersitik yang serupa. Sebut saja duet bek tengah FC Inbat, Hendropiyono – Panjaitan. Bahkan Panjaitan yang merupakan senior dari Subianto di pelatnas sempat berujar,… “Dia pernah menjadi wakil saya, lebih kurang lima atau enam tahun. Jadi saya tahu A sampai Z tentang beliau”.
Berdampingan dengan Panjaitan adalah Hendropriyono, dianggap mampu beradu taktik dengan “sang ekonom”. Pada sisi kiri pertahanan, Marabessy harus bekerja keras untuk menghadang laju Bakrie, begitu pula dengan sisi kanan, Bachir yang mantan FC PAN, akan bekerja keras menahan gempuran Soedibjo. Diatas kertas mungkin Bachir akan terlihat kedodoran menghadapi Soedibjo, tapi dengan menarik Panjaitan lebih ke kiri, tentu mampu menutup pergerakan Soedibjo. Masih ada satu nama yang mungkin bisa diberdayakan oleh FC Inbat, Maruarar Sirait. Memang belum banyak yang mengenal kiprahnya. Maruarar yang juga adalah anak Sabam Sirait, adalah pemain lama yang loyal terhadap klub. Meskipun banyak yang mengganggapnya miskin pengalaman, tapi motivasi untuk membuktikan diri bisa jadi pecutan bagi Maruarar.

Lini tengah
FC Indray boleh saja memiliki 2 sayap pelari Bakrie dan Soedibjo, jangan lupa FC Inbat juga memiliki sayap pelari bernama Paloh. Belum lagi dukungan dua pemain tengah muda berbakat, dan di gadang – gadang akan menjadi harapan masa depan klub, Baswedan – Iskandar. Kabar bergabungnya Dahlan Iskan ke kubu FC Inbat tentu merupakan angin segar bagi pengurus klub, pemain, maupun penggemar. Jika Iskan resmi menandatangani transfer ke klub, maka ia dipastikan akan memperkuat lini tengah secara bergantian bersama Iskandar, Baswedan, Kumolo, dan Paloh. Mereka muda, energik, serta memiliki visi yang jelas dalam menyerang.

Diperkirakan duel lapangan tengah akan sangat menarik. Mulai dari tarik menarik kaos, adu taktik , adu sikut, adu taktik hingga adu cupang akan mewarnai laga bergengsi ini.
 

Lini depan

Duet JKW-JK. Bukan duet sembarangan. Widodo yang sebelumnya bermain di Divisi Propinsi, kini menjajal liga nasional, liga tertinggi di negeri ini. Daya jelajah luar biasa yang dimilikinya, diyakini akan mampu mengeksplorasi setiap jengkal sisi pertahanan lawan. Di tambah lagi sodoran bola – bola pendek Kalla akan membuat lini pertahanan kocar – kacir. Dukungan lini kedua sangat diharapkan untuk mengisi celah-celah yang justru ditinggalkan oleh kedua sayap FC Indray karena sibuk menyerang. Namun jika duet Widodo – Kalla berhasil dikunci, salah satu celah yang bisa dimanfaatkan adalah dengan menyisir sisi kiri FC Indray yang ditinggalkan Dharma Ali, umpan-umpan crossing Paloh tentu akan dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh Iskandar – Baswedan – Kumolo - Iskan….

Official
Bukan hanya FC Chelsea yang bisa memiliki Eva Carneiro, atau duet putri mantan Presiden di FC Indray. FC Inbat juga tak mau kalah, memiliki Wanda sebagai pemanis dalam laga keras nan dramatis ini. Dia akan dipasangkan dengan putri sang manajer, Puan Maharani.


PREDIKSI JALANNYA PERTANDINGAN

Sejak peluit pertama pertandingan ditiup, konsentrasi kita semua akan terfokus di lapangan. Tarik menarik kaos, adu speed, kontes akurasi passing, jual beli serangan hingga diving akan kita saksikan. Kekuatan masing – masing lini akan diuji. Mulai dari lini belakang, tengah, depan, hingga tim official. Bukan perkara mudah memang, ditambah psy war antara pemain dan penggemar yang sudah terjadi jauh sebelumnya, dan pastinya menjadi makanan empuk media2 di tanah air sebelum dua laga krusial terakhir dilangsungkan.

Baik Soekarnoputri maupun Djojohadikusumo, tentu sedang berpikir keras untuk menemukan formasi paling tepat untuk menghadapi lawan. Meracik komposisi pemain serta strategi apa jitu apa yang hendak dijalankan.
Memutus aliran bola dari lini tengah kedepan akan jadi bagian paling krusial bagi keduanya. Tusukan ke jantung pertahanan lawan harus segera diantisipasi dari awal, Perangkap-perangkap offside diprediksi juga akan mewarnai laga ini, dan siapa yang lengah akan merugikan bagi tim. Konsentrasi tingkat tinggi dan dgn stamina yg VO2Max nya diatas 60 akan menjadi penentu di laga ini.

Siapapun yang memenangkan pertarungan ini semoga mampu membawa Indonesia menjadi lebih baik.



Syeikh Abdul Qadir al-Jilani pernah berpesan bahwa untuk menjadi seorang pemimpin, maka setidaknya harus memiliki tiga kualitas. Yaitu, Ilmul ‘Ulama’, Hikmatul Hukama’, dan Siyasatul Mulk. Apabila dalam diri seorang pemimpin terdapat tiga kualitas tersebut, maka akan memudahan ia dalam memimpin rakyatnya. Dengan demikian, bukan tidak mungkin rakyat akan hidup bahagia dan sejahtera.
Untuk yang pertama adalah Ilmul ‘Ulama’. Seorang pemimpin bukanlah orang sembarangan atau biasa-biasa, akan tetapi ia harus memiliki kualitas dan integritas tinggi. Tanpa ilmu dan pengetahuan yang luas, maka kiranya sangat sulit bagi pemimpin untuk memimpin rakyatnya. Oleh sebab itu, pemimpin haruslah orang yang berilmu tinggi layaknya seorang ulama’, sehingga memiliki pengaruh yang besar bagi orang-orang yang dipimpin. Selain itu, dengan kualitas Ilmul ‘Ulama’, maka pemimpin akan lebih mudah untuk menghegemoni rakyatnya, sehingga mau melakukan apa yang ia inginkan.
Kita tahu bahwa salah satu sifat yang ada pada diri Rasulullah SAW adalah fathanah (cerdas). Tentunya, masih banyak sifat terpuji lain yang ada pada diri Rasulullah. Seperti jujur, amanah, asketis, disiplin, bijaksana, dan lain sebagainya. Dengan segala kemampuan dan kecerdasan yang dimiliki, Rasulullah mampu mengurusi, mengatur, dan memimpin rakyatnya dengan baik. Sehingga, beliau mampu membawa negaranya ke arah yang lebih baik dan maju.
Kemudian yang kedua adalah Hikmatul Hukama’. Kebijaksanaan itu akan sangat menentukan ketegasan dan keadilan dari pemimpin. Pemimpin yang bijak adalah ia yang mampu memecahakan masalah dalam berbagai hal secara adil dan tegas, sehingga tidak ada salah satu pihak yang merasa dirugikan. Ia mampu memberikan keputusan yang konkrit dan bersifat futuristik, serta memikirkan arah ke depannya agar lebih baik.
Selanjutnya yang ketiga adalah Siyasatul Mulk. Kualitas ini juga dianggap sangat penting, karena hal ini sangat berkaitan erat dengan masalah manajemen. Bisa dikatakan, tanpa manajemen, maka pemimpin akan kebingungan dalam menghadapi segala problematika yang ada. Sehingga, negara yang dipimpinnya akan menjadi berantakan dan amburadul.
Tugas pemimpin adalah mengatur dan mengurusi rakyatnya. Oleh sebab itu, ia harus mampu mengatur kekuasaannya, sehingga lebih mudah untuk mengurusi dan melayani kebutuhan yang diinginkan oleh rakyatnya. Memang, dalam memimpin, setiap orang memiliki cara atau seni sendiri. Akan tetapi, tentu seni kepemimpinan yang ia jalankan semata-mata hanya untuk mensejahterakan rakyatnya. Untuk itu, pemimpin harus memiliki seni kepemimpinan yang bisa membuanya lebih mudah dalam mengatur kekuasaan yang ada. Dan yang terpenting, kepemimpinannya bisa dijadikan suri tauladan bagi orang-orang yang dipimpinnya.
Namun, jika kita melihat realita yang terjadi saat ini, belum ada pemimpin yang memiliki kualitas tersebut, terlebih di Indonesia. Kiranya sangat sulit bagi kita untuk mencari pemimpin yang benar-benar kualitas dan kapabilitas mumpuni, sehingga layak dianggap sebagai pemimpin. Inilah permasalahn yang ada di negeri Indonesia tercinta ini.

 Problematika
Jika berbicara tentang negara Indonesia, maka banyak sekali permasalahan yang ada pada diri para pemimpin negara tersebut. Mulai dari sikap pemimpin yang dhalim, tidak tegas, tidak bertanggung jawab, lembek, haus jabatan, bahkan munafik. Kita tahu bahwa seringkali pemimpin mengumbarkan berbagai janji kepada rakyat, akan tetapi janji itu hanya “omong kosong” belaka tanpa ada realisasi yang konkrit.
Selain itu, acapkali pemimpin kita kurang bijak dalam memutuskan suatu perkara. Sehingga, keputusan yang dihasilkan selalu mendapat kritikan dari berbagai kalangan, serta menyebabkan terjadinya kontrovesri atau polemik. Hal ini menunjukkan bahwa belum ada sikap ketegasan dari pemimpin dalam memutuskan suatu perkara.
Ketika kita berbicara tentang keadilan yang ada di Indonesia, maka bisa dikatakan rakyat belum mendapatkan keadilan secara merata. Masih banyak ketimpangan-ketimpangan yang ada pada masyarakat akibat dari perbuatan pemerintah. Sangat jelas lagi jika kita melihat kinerja lembaga hukum yang tidak bisa berlaku adil dan bijak. Lembaga hukum yang seharusnya mampu memberikan solusi terbaik bagi setiap masalah, akan tetapi faktanya tidak demikian.
Adapun wujud konkrit dari ketidakadilan hukum adalah semakin massifnya pejabat pemerintah yang korupsi. Semakin banyaknya korupsi merupakan akibat dari lembaga lembaga hukum yang tidak bisa berbuat adil, bijak, dan juga tegas. Sehingga hukuman yang diberikan kepada pelanggar hukum biasa-biasa saja dan tidak memberikan efek jera sama sekali. Akibatnya, jumlah orang yang melanggar hukum kian hari kian bertambah. Begitu juga dengan korupsi yang semakin menjadi-jadi.
Itulah berbagai permasalahan yang ada di Indonesia. Dan tentu masih ada lagi permasalahan lain yang belum terselesaikan hingga sekarang. Lantas, siapakah yang harus bertanggung jawab atas semua itu? Tentu jawabannya adalah pemimpin. Sebab, baik buruknya suatu negara terletak pada seorang pemimpi. Apabila pemimpin negara itu baik, maka negaranya pun juga akan baik. Demikian pula sebaliknya.

Berharap Pemimpin Ideal
Melihat realita yang terjadi di Indonesia, tentu sangatlah memprihatinkan. Pertanyaannya adalah, mampukah bangsa Indonesia bangkit dari segala permasalahan itu sehingga bisa menjadi lebih baik? Jawabannya terletak dari pada pemimpin negara Indonesia sendiri.
Dalam konteks ini, tentu rakyat sangat berharap agar bangsa Indonesia dipimpin oleh pemimpin yang ideal. Dalam berbagai teori ilmu politik mengatakan, pemimpin ideal adalah pemimpin yang benar-benar memiliki jiwa kepemimpinan yang baik, bertanggung jawab, berani mengambil resiko, tegas, adil, jujur, dan bijaksana. Segala tindakan yang ia lakukan tidak lain hanyalah untuk kebahagian dan kesejahteraan rakyatnya. Ia rela berjuang dan berkorban secara mati-matian demi rakyatnya. Jika negara kita dipimpin oleh pemimpin yang demikian, maka rakyat akan bebas dari penderitaan dan kesengsaraan.
Memang, dalam konteks sekarang, rasanya mustahil bagi kita untuk mendapatkan pemimpin ideal. Bisa dikatakan, pempimpin yang ideal di sepanjang dunia hanyalah Nabi Muhammad SAW. Sehingga Michael Hart, dalam bukunya “Seratus Tokoh yang paling Berpengaru di Dunia”, menempatkan Nabi pada posisi yang pertama. Ini menunjukkan bahwa Nabi merupakan pemimpin yang memiliki jiwa kepemimpinan yang luar biasa.
Namun demikian, bukan berarti di dunia ini, khususnya Indonesia, tidak ada orang baik yang layak dijadikan sebagai pemimpin. Setidaknya masih ada orang yang mau meneladani sikap kepemimpinan Nabi Muhammad. Kita semua berharap, agar nantinya bangsa Indonesia dipimpin oleh orang yang memiliki kualitas sebagaimana yang digagas oleh Syekh Abdul Qadir al-Jilani. Semoga! Wallahu a’lam bi al-shawab.

Bila anda berencana menjenguk sanak saudara ke Brebes, sebaiknya hati-hatilah untuk senyum di hadapan orang yang anda belum kenal atau belum mengenal anda. Kalau itu anda lakukan, maka siap-siaplah untuk ditinggal pergi atau sebaliknya akan segera menghampiri anda, mengajak ke warung untuk minum teh, ngopi, atau makan siang.

Anda tentu akan bertanya, “Apa kaitan semua itu dengan senyum?”
Bila anda seorang yang sangat lugu atau kuper maka tentu saja anda tidak akan paham, atau merasa hal itu tidak logis bahkan jauh dari rasional. Tapi percayalah, jangan lakukan itu. Kalau anda lakukan itu, siap-siaplah ditengarai menjadi seorang Calon Legislatif (Caleg) di Brebes yang akan bertarung pada Pileg 2014 nanti, sehingga amat perlu untuk mengambil hati masyarakat, dan anda memilih untuk senyum kepada siapa pun yang anda jumpai di sana, untuk mendapatkan simpati yang dengan demikian, akan memilih anda, nanti.

Dua hal yang mungkin anda peroleh.

Golongan pertama, segera meninggalkan anda, karena muak dengan senyuman tersebut, dengan menghubungkannya dengan perilaku pala legislator sekarang ini, yang sama sekali tidak mencerminkan apa yang dijanjikannya pada waktu yang lalu. Senyuman anda dianggap menjadi satu pelecehan, basa-basi, atau senyuman seorang yang munafik. Ibarat kata orang Sitanggal, “Doo, sebelum terpilih masih buka kaca, setelah terpilih, boro-boro…Maups!”

Golongan kedua akan segera mendekati anda. Dalam benaknya, senyuman anda adalah sebuah kesempatan. Bukankah kesempatan tidak datang dua kali? Anda akan segera disalami dan berbasa-basi, lalu menggiring anda masuk warung. Sudah tentu tujuannya agar anda membayari seluruh konsumsi selama di warung plus rokok, dan  syukur-sukur, ketika akan pisah, anda menyalaminya dengan lembaran sang proklamator.

Kata-kiti, ini bukan tiki-taka ala Spanyol, saat ini di Brebes, para Caleg, sekali lagi, ini menurut kata-kiti, secara umum, para Caleg ini, mudah menebar senyum, agak royal, humanis, dan sepertinya menunjukkan jati diri sebagai seorang berjiwa sosial tinggi. Dan yang menonjol lagi, sontak memahami ayat-ayat Al-qur`an dan melontarkannya dalam setiap pertemuan, termasuk menyebarkannya dalam dunia maya; twitter, facebook, atau jejaring sosial lainnya. Padahal di luar itu, banyak di antaranya yang masih suka main mata dengan sesama jenis, terutama lain jenis, juga yang masih hobby bermain togel.

Terus terang, bukan terang terus seperti bohlam Philip, cara untuk meraih simpati orang lain, senyum itu efektif dan baik. Senyum merupakan bagian dari komunkasi dan disarankan oleh pakar komunikasi untuk melakukannya, karena selain baik bagi orang lain, senyum juga merupakan cara terbaik untuk mengobati diri pribadi yang senyum. Dengan senyum, hati yang luka menjadi sembuh. Bibir menjadi teratur tata letaknya. Tetapi, sekali lagi, kalau anda sungguh-sungguh berada di Brebes, baiklah tahan senyum anda sampai Pileg berakhir. Bukan apa-apa, karena selain senyum itu adalah milik para Caleg, anda pun jangan sampai atau terpaksa kehabisan ongkos untuk balik ke perantawan

Pemilu sebentar lagi akan meramaikan bumi Nusantara. Satu persatu mulai menyatakan diri berminat menjadi Penguasa Republik ini. Namun ada tren yang berbeda di banding periode-periode sebelumnya yang selalu ramai dengan sosok jendral, kali ini yang ramai adalah sosok saudagar.

Sedikitnya ada dua belas saudagar dan satu saudagar yang mantan jendral yang sudah menampakan keinginan untuk memegang tampuk kekuasaan di Indonesia sebagai RI 1.

Satu-satunya mantan jendral yang juga merupakan saudagar adalah Prabowo Subianto. Mantan Danjen Kopassus ini terjun menjadi pengusaha setelah diberhentikan dari kedinasan tentara saat krisis kepemimpinan nasional 1998 lalu. Meski demikian, bakat bisnisnya kemudian dikembangkan dan menjalin hubungan bisnis dengan rekannya pemimpin negara Yordania. Dia sempat mencicipi bisnis minyak, bisnis kertas melalui Kiani Kertas. Oleh sebab latarbelakangnya ini, Prabowo dinilai punya nilai tambah bila menjadi Presiden RI.

Pesaing prabowo untuk menuju Istana negara adalah dari kalangan pebisnis, yaitu :
Jusuf Kalla, yang merupakan mantan Wakil Presiden, merupakan pengusaha sukses dari Makassar, Sulawesi Selatan. Pendekatannya layaknya pengusaha dalam mengelola pemerintahan terbukti mampu menyelesaikan banyak persoalan negara saat mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sudah menggadang-gadang pria yang terkenal dengan solusinya yang cepat dan tepat ini. Di tangan Jusuf Kalla, Pulau Komodo mendunia, masalah Ambon, Poso, Aceh, hingga masalah BLT, rumah buat kalangan menengah ke bawah bisa dituntaskan persoalannya. Di saat banyak penyelesaian terkesan lamban, pria berkumis tipis ini menyelesaikan banyak persoalan secara cepat. Saat ini JK lebih sibuk menjalankan missi kemanusiaan di PMI.

Kemudian ada Abu Rizal Bakrie, Pria akrab disapa Ical ini pernah dinobatkan sebagai orang terkaya di Indonesia. Dia adalah politisi Golkar yang pernah memimpin asosiasi pengusaha terdepan Indonesia seperti Kadin dan Hipmi. Saat ini Golkar belum memiliki pilihan lain selain Ical. Pria Lampung ini sedang gencar-gencarnya melakukan penetrasi ke desa-desa dan pelosok-pelosok guna meningkatkan popularitasnya. Sayangnya elektabilitasnya sepertinya kurang mendukung Ical untuk melenggang ke Istana karena terpendam oleh Lumpur Lapindo.

Hatta Radjasa, Lelaki yang sudah lama berkutat didunia pemerintahan. Tapi sosok yang kalem dan tenang ini lebih merasa nyaman berada diantara rekan-rekannya sesama pengusaha. Sebelum menjadi politisi, Hatta sudah lama berbisnis dan mencari uang sendiri. Sekarang jiwa bisnisnya dilanjutkan oleh putranya Reza Radjasa yang juga salah satu pimpinan BPP Hipmi. Lulusan ITB ini merupakan jagoan dari Partai Amanat Nasional (PAN) untuk menuju RI-1 pada 2014 mendatang. Kemungkinan besar akan di dukung secara diam-diam oleh Presiden saat ini karena merupakan besan.

Gita Wirjawan (lahir di Jakarta, 21 September 1965; umur 47 tahun) adalah pengusaha asal Indonesia. Nama lengkapnya Gita Irawan Wirjawan, putra dari pasangan Wirjawan Djojosoegito (almarhum) dan Paula Warokka Wirjawan. Pada 2008, ia mendirikan perusahaan Ancora Capital (tempo), perusahaan investasi di bidang sumber daya dan pertambangan. Ia mendirikan perusahaan tersebut setelah ia memutuskan mundur dari kursi Presiden Direktur JP Morgan Indonesia yang ia jabat 2006-2008. Kesuksesannya dalam mengelola perusahaan berbekal kekuatan relasi yang ia bangun sejak kuliah di Harvard. Ancora Capital sendiri berfokus pada investasi di sektor energi dan sumber daya alam. Kesuksesan Gita dalam mengelola perusahannya dibuktikan ketika dalam hitungan bulan, Ancora berhasil mengambil alih sebagian saham beberapa perusahaan besar seperti PT Bumi Resources Tbk, Selain itu, ia juga merupakan salah satu komisaris PT Pertamina. Pada tanggal 18 Oktober 2011, berkaitan dengan reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu II, Gita Wirjawan diangkat sebagai Menteri Perdagangan menggantikan Mari Elka Pangestu.

Rusdi Kirana membangun perusahaan bermodal awal karena sebuah mimpi yang ingin memiliki sebuah usaha penerbangan. Mimpi ini didukung oleh saudaranya yaitu Kusnan Kirana yang bersama-sama dengannya dulu menggerakan bisnis dalam bidang wisata selama tiga belas tahun. Bisnis ini berhasil dengan ditandai suksesnya perusahaan biro perjalanan mereka yang bernama Lion Tours. Lion Air adalah sebuah perusahaan penerbangan yang keberadaannya sangat mempengaruhi perkembangan transportasi udara di Indonesia. Dengan kegigihan Rusdi Kiranabersama dengan kakaknya,perusahaan ini bisa menjadi sebesar sekarang. Terlihat dari jumlah pelanggan yang banyak mengantri untuk mendapatkan tiket pesawat terbang mereka. Lion Air merupakan maskapai yang pertama di Indonesia menggunakan pesawat jenis Boeing 737-900ER dalam jumlah besar. Bahkan Lion Air pernah mengumumkan bahwa mereka telah memesan 201 armada tambahan yaitu pesawat boeing 737 MAX dan juga 29 pesawat Boeing 737-900 ER yang membuat Lion Air mendapat rekor karena mengalahkan pembelian armada yang dipegang oleh Emirates sebelumnya. Kekayaan yang dimiliki oleh Rusdi Kiranamembawa dirinya berhasil menyandang predikat orang terkaya nomor tiga puluh tiga dari empat puluh orang terkaya di Indonesia tahun 2012. Semua ini karena usahanya yang sangat sukses dengan tingginya jumlah konsumen yang sangat percaya pada Lion Air. Kekayaan yang Kusnan dan Rusdi Kirana miliki berkisar antara US$ 900 juta per 2012 . Namun nama Rusdi Kirana sendiri kurang begitu dikenal di kalangan bawah.

Hary Tanoesoedibjo (lahir di Surabaya, 26 September 1965; umur 47 tahun; Kristen) adalah seorang pengusaha dari Indonesia. Hary lulus dengan gelar Bachelor of Commerce (Honours) dari Carleton University, Ottawa-Kanada, pada tahun 1988 dan gelar Master of Business Administration dari Ottawa University, Ottawa-Kanada, pada tahun 1989. Saat ini Hary memegang beberapa jabatan strategis di berbagai perusahaan terkemuka di Indonesia. Ia ditunjuk sebagai Presiden Direktur PT. Global Mediacom Tbk. (sejak tahun 2002) setelah sebelumnya menjabat sebagai Wakil Presiden Komisaris perusahaan tersebut. Ia adalah pendiri, pemegang saham, dan Presiden Eksekutif Grup PT. Bhakti Investama Tbk. sejak tahun 1989. Selain itu, Hary saat ini juga memegang berbagai posisi di perusahaan-perusahaan lainnya, diantaranya sebagai Presiden Direktur PT. Media Nusantara Citra Tbk. (MNC) dan PT. Rajawali Citra Televisi Indonesia (RCTI) sejak tahun 2003, sebagai Komisaris PT. Mobile-8 Telecom Tbk., Indovision dan perusahaan-perusahaan lainnya di bawah bendera grup perusahaan Global Mediacom dan Bhakti Investama. Hary juga saat ini aktif sebagai Bendahara Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Ia telah berulang kali menjadi pembicara di berbagai seminar dan menjadi dosen tamu dalam bidang Keuangan Perusahaan, Investasi dan Manajemen Strategis untuk program magister di berbagai perguruan tinggi. Pada tahun 2011, Forbes merilis daftar orang terkaya di Indonesia, dan pengusaha Hary Tanoesoedibjo menduduki peringkat ke-22 dengan total nilai kekayaan yang dimilikinya adalah sebesar "US$ 1,19 miliar". Namun karena faktor agama yang diprediksi bakal menghambat lajunya menuju RI 1, maka dia hanya dicalonkan sebagai Cawapres HANURA berpasangan dengan Jendral Wiranto untuk Pilpres 2014.

Fadel Muhamad adalah mantan pimpinan dari Bukaka Group. Tangan dinginnya sebagai pengusaha mampu mengangkat salah satu provinsi termuda, Gorontalo, menjadi ikon investasi nasional. Fadel sukses menyulap birokrasi yang lambat menjadi lebih cepat dan efisien serta transparan selama menjadi gubernur. Politisi yang disapa Gubernur Jagung ini juga sukses saat memimpin KKP (Kementerian Kelautan dan Perikanan). Aksi heroiknya menolak ikan dan garam impor harus diancungi jempol. Sayang, Fadel masih dibayang-bayangi oleh dua seniornya di partai Golkar, Jusuf Kalla dan Ical.

Chairul Tanjung, adalah pemilik kelompok usaha Para Group ini mulai digadang-gadang oleh PKS menuju RI-1 pada 2014. Meski demikian Chairul Tanjung masih malu-malu dan belum menyatakan belum berminat ke istana. Saat ini pria akrab di sapa CT ini lebih asyik berbisnis sampai ke Indonesia Timur dengan mengakuisisi Bank Sulut. Jabatan publiknya saat ini adalah Ketua Komite Ekonomi Nasional (KEN).

Hutomo Mandala Putra, Putra mantan Presiden Soeharto ini masih punya kharisma tersendiri. Penggemarnya pun belum padam. Putra mendiang Presiden RI ke-2 Soeharto, Tommy Soeharto disebut-sebut merambah bisnis media melalui PT Pelita Mandala Online untuk memuluskan jalan politiknya. Kendati demikian, Tommy mengakui bisnis media ini bukan untuk kepentingan menjelang pemilu dan Pilpres 2014 mendatang.”Saya ingin tegaskan tidak ada kaitannya dengan 2014 atau bahkan 2019. Ini bisa dibuktikan,” ujar pemimpin umum PT Pelita Mandala Online, Sulatomo. Tommy terjun ke dunia usaha sejak ayahnya berkuasa dimana Indonesia masih sangat terpandang dan disegani dunia luar saat itu. Kerinduan akan sosok Soeharto yang pernah memimpin negeri ini selama 32 tahun sepertinya bakal di lampiaskan kepada mantan putra mahkota.

Meski sayup-sayup, nama Surya Paloh masih menjadi jualan partai Nasdem. Ada kabar bahwa Nasdem yang didukung Surya Paloh dan konglomerat media Harry Tanoe Sudibyo bakal mendorong Jusuf Kalla. Namun, nama Surya Paloh masih sangat kental jadi jagoan di partai Nasdem. Terlebih Surya Paloh didukung oleh gabungan dua konglomerasi media terbesar di Tanah Air. Surya Paloh adalah bos dari Media Group yang didalamnya terdapat MetroTivi. Sementara Harry Tanoe Sudibyo sendiri memisahkan diri dan bergabung dengan HANURA.

Orang Solo saat tegang-tegangnya dengan Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo masalah situs sejarah bercanda bahwa mereka tidak membutuhkan “Bibit” sebab pohonnya sudah ada yakni Joko Widodo di Solo. Pria kalem namun tegas ini dipandang sebagai salah satu pemimpin muda masa depan yang sukses melakukan perubahan tanpa berdarah-darah dan kekerasan. Dia adalah pengusaha mebel yang sudah berduit, sehingga Jokowi tidak pernah mengambil gajinya sebagai Wali Kota Solo. Politisi PDI P ini sering disebut-sebut sebagai bakal calon gubernur DKI Jakarta yang potensial. Apalagi melihat hasil dari beberapa lembaga survey yang seringkali mendudukan Jokowi sebagai kandidat terkuat sebagai Presiden Republik Indonesia.

Sosok Dahlan Iskan muncul seperti gaya Jusuf Kalla dalam menyelesaikan persoalan. Mereka berdua bergerak cepat dan tidak suka dengan birokrasi yang berbelit-belit dan menjengkelkan. Kiat ini yang ditempuh Dahlan saat memimpin PT Perusahaan Listrik Negara. Sukses di PLN, Dahlan dijagokan memimpin PSSI yang sedang bermasalah meski akhirnya kandas. Dahlan adalah wartawan sekaligus pengusaha media cetak dan elektronik dibawah bendera Jawa Pos Group. Namun masalah kesehatan merupakan kendala pria gesit ini sebab pernah menjalani transplantasi hati di Cina.

Demikian sekilas profil orang-orang yang di gadang-gadang bakal maju sebagai Calon Pemimpin negeri ini untuk lima tahun ke depan. Bagaimana menurut Anda ?








HITSTAT

Total Pageviews

Popular Post

- Copyright © 2013 Catatan Harian Awanul Hamzah| Powered by Blogger