Showing posts with label perusahaan. Show all posts
Setelah malam takbiran diguyur hujan deras beberapa lama seolah tangisan para penghuni langit melepas kepergian ramdhan yang mulia. Di pagi hari suasana lebaran begitu hangat, matahari tak terasa menyengat, sehangat sapaan ramah seluruh warga.
Namun sayang, di tengah kumandang takbir kemenangan berperang melawan hawa nafsu selama sebulan penuh, suasana di komplek perumahan kami yang dari pagi meriah karena ramenya dengan orang yang berlalu lalang untuk saling bersilaturahmi, bermaaf-maafan menjadi terganggu di malam harinya.
Sejak jam lima sore sampai jam sembilan malam kegelapan menyelimuti komplek perumahan kami. Listrik di komplek kami tanpa permisi dan tanpa pemberitahuan mati total. Dengan keadaan gelap gulita seperti itu sulit rasanya bagi kami untuk meneruskan acara bersilaturahmi ke tetangga yang agak jauh rumahnya. Karena selama ini kami dimanjakan dengan cahaya di malam hari yang mengandalkan listrik dari Perusahaan Listrik Negara.
Keadaan yang berbeda di saat saya masih kecil, listrik belum menyinari kampung kami secara menyeluruh, sehingga kami terbiasa bermain dalam gelapnya malam. Listrik di kampung kami saat itu hanya mengandalkan diesel, dan itu hanya menjangkau beberapa rumah saja.
Tapi sekarang, listrik sudah menjadi hal yang sangat langka untuk tidak ditemukan di lingkungan perumahan kami. Sehingga kehidupan kami menjadi sedikit ketergantungan pada listrik. Saya tidak melarang dan tidak berhak melarang adanya pemadaman bergilir, untuk menghemat energi. Tapi kami selaku pelanggan, berhak untuk mendapatkan informasi jika ada rencana untuk melakukan pemadaman di wilayah kami, agar kami memiliki persiapan agar tak mengalami kegelapan.
Untunglah di hari raya seperti ini masih ada warung yang buka dan menyediakan lilin. Akhirnya rumah kami agak sedikit bercahaya dengan adanya cahaya dari Perusahaan Lilin Negara. Tanpa ada hiburan di hari raya, hanya sekedar bersenda gurau dengan keluarga saja. Tapi itu sudah cukup untuk mengusir kegalauan di tengah low batnya HP kami sehingga tak bisa menghubungi sanak saudara yang jauh yang terpisa jarak dan waktu.
Semoga di lain kali, sebelum ada pemadaman, kami mendapat pemberitahuan terlebih dahulu dari PLN.
Taqabbalallah minna wa minkum ,taqabbal ya karim ... selamat berhari raya ... mohon maaf laihr dan batin
Siapa yang tak kenal dengan rumus E = mc² yang dikeluarkan oleh salah satu manusia jenius di dunia Albert Einstein ? Hampir semua yang pernah mengenyam pendidikan sekolah menengah rata-rata telah mengetahui rumus tersebut. Akan tetapi di bangku sekolah rumus itu di kenalkan dalam pelajaran IPA / Sains. Sekarang kita coba implementasikan rumus tersebut dalam dunia bisnis / ekonomi.
Dalam dunia komunikasi, rumus E = mc² merupakan singkatan dari “E (Every Company) = (is based on) (M (Media) x C (Company))²”. Media sosial menjadi salah satu faktor penentu, bagaimana citra perusahaan dapat terbentuk. Kini media sosial telah menjadi bagian dari gaya hidup, sejalan dengan hal tersebut, keberadaan konsumen Indonesia di dunia maya memang demikian substansial.
Masyarakat Indonesia telah menjadikan media sosial sebagai bagian dari gaya hidup dalam berbagi informasi, interaksi, dan juga diskusi antar komunitasnya. Karena itu, hal tersebut turut mengubah perilaku konsumen dalam berhubungan dengan sebuah brand. Interaksi yang awalnya bersifat vertikal menjadi horizontal; dari awalnya satu arah menjadi dua arah; dari yang awalnya “one to many” menjadi “many to many”; dari awalnya “broadcasting” menjadi “engagement” dan “permission-based” . Melalui perubahan-perubahan tersebut, maka pendekatan kepada konsumen pun juga harus kita ubah, salah satunya melalui pemanfaatan media sosial yang menitikberatkan pada bagaimana menciptakan komunikasi dan engagement dengan konsumen.
Hasil studi yang digagas sebuah perusahaan konsultan komunikasi global Burson-Marsteller menyatakan, sebanyak 80 persen perusahaan di Asia yang terdaftar di The Wall Street Journal’s Asia 200 Index telah memiliki akun di sosial media. Angka ini meningkat 40 persen dibandingkan tahun lalu. Tercatat, 84 persen dari perusahaan tersebut menggunakan kanal sosial media untuk pemasaran dan komunikasi korporasinya. Karena itu penting untuk menerapkan E=mc² bagi perusahaan anda. Kunci dari menariknya sebuah pemasaran dan juga komunikasi korporasi di social media adalah konten. Semakin menarik konten, maka semakin banyak yang akan melihat dan mengikuti akun social media anda. Konten yang menarik terdiri dari konten yang informatif, kontroversial dan juga yang membuat audiencenya penasaran. Pilihannya? ada di tangan anda.
Karena itu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menerapkan E=mc² bagi social media perusahaan anda :
1. Jika anda memiliki dan mengelola akun bisnis anda, maka analisa dan buat siapa target audience anda secara spesifik, cari tahu apa yang disenangi oleh target audience anda.
2. Adanya interaksi “dua-arah” dengan men-tag akun social media influencer, atau melakukan respon terhadap isu atau berita yang relevan dengan bisnis anda.
3. Melakukan update berita mengenai perusahaan anda dan juga menjadikan media “promosi” bagi event/program yang sedang anda jalankan.
4. Menciptakan “intimacy” kepada influencer dan juga media, dengan memberikan ucapan selamat atas keberhasilan dan kebahagiaan (ulang tahun, pernikahan) melalui social media, atas nama perusahaan.
5. Memberikan tips atau knowledge sharing melalui akun social media anda. Ciptakan konten yang membuat orang lain tertarik untuk berbagi informasi anda.
Kekuatan social media marketing berujung pada suara/opini konsumen sebagai core power dan pusat gravity. Apabila suatu brand mampu berinteraksi didalamnya kemudian memasarkan suatu produk dan banyak dibicarakan hal-hal positif pada social media, maka dapat terbentuk opini positif yang berujung pada terwujudnya strategi marketing.

