Showing posts with label warung. Show all posts



Gula Pasir merupakan salah satu dari sembilan bahan kebutuhan pokok. Minimal dalam satu bulan sebuah keluarga menghabiskan gula pasir sebanyak 2kg, dan kebutuhan itu akan meningkat saat memasuki bulan Ramadhan. 

Sebagai salah satu bahan pangan pokok, konsumsi gula selalu mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Ketergantungan konsumen terhadap konsumsi gula cukup besar karena kecilnya/lemahnya kecenderungan untuk mensubstitusikannya dengan gula buatan atau pemanis lain.

Selain digunakan untuk konsumsi pribadi, gula pasir juga dibutuhkan dalam usaha kecil, seperti tukang es, tukang martabak, warung kopi, warteg, dan lain sebagainya.

Kebutuhan akan gula pasir yang semakin meningkat, memberikan sebuah peluang usaha yang sangat menggiurkan. Apalagi semakin banyak perumahan-perumahan atau pemukiman padat penduduk. Jika dalam satu komplek perumahan terdapat 5000 unit minimal dibutuhkan 5000kg gula pasir dalam sebulan. Itu baru dari satu komplek perumahan. Apalagi dalam satu kecamatan terdapat beberapa komplek perumahan.

Ambillah contoh sebuah perumahan yang memiliki 5000 unit rumah dan sudah terisi sebanyak 30%. Ada sekitar 1500 unit terisi, jika 30% unit yang terisi membeli gula pasir sebanyak 1kg maka dalam sehari terjual 500kg gula pasir. Namun tentunya mereka tidak membeli gula pasir setiap hari. Ada cukup 1kg untuk sebulan ada pula yang berbelanja gula pasir setiap minggu. Jika kita mengasongkan gula pasir dikomplek tersebut maka paling tidak hanya 3 hari saja jualan dikomplek tersebut, setelah itu kita pindah ke komplek perumahan yang lain.

Seumpanya dalam sehari kita mampu menjual gula pasir sebanyak 500kg dengan margin keuntungan 1000 rupiah maka dalam sehari kita sudah mengantongi 500.000. Tinggal kita kalikan selama 30 hari saja maka Rp. 15.000.000 bisa didapatkan dalam sebulan.

Selain kita yang berjualan gula pasir, pasti dikomplek tersebut terdapat warung sembako yang juga berjualan gula pasir, dan tentu itu menjadi salah satu yang mengurangi jumlah orang yang membeli gula pasir pada kita. Tapi jika kita bisa menjual dibawah harga pasar, minimal kita bisa menjual sebagaimana agen menjual gula pasir, maka warung-warung sembako tersebut bisa kita ajak kerjasama. Warung sembako mengambil gula pasir sama kita, dan mereka menjualnya ke warga. Warung sembako menikmati keuntungan kita pun juga menikmati keuntungan, baik dari segi materi maupun tenaga dan waktu sehingga kita bisa meraih keuntungan yang lebih besar lagi.

Tinggal kita cari tempat belanja gula pasir yang murah dan kita bisa menjual sebagaimana mana agen menjual gula pasir, Jika di agen bisa menjual karungan dengan harga 13000/kg sementara kita bisa jual eceran 13.000/kg. Tentu akan banyak yang membeli gula pasir pada kita.



Siapa yang tidak kenal dengan bakso atau baso? Makanan yang terbuat dari campuran daging giling dan tepung tapioka ini dikenal di berbagai penjuru dunia. Inovasi terhadap makanan ini pun dikenal cukup berbeda-beda di setiap negara, mulai dari penyajian dan tentunya rasanya. Di Indonesia, biasanya bakso disajikan dengan mi atau bihun serta kuah kaldu.


Kottbullar

Bakso khas Swedia ditumis dan dilapisi saus yang dibuat dari susu dan tepung dicampur dengan kentang

Tsukene

Bakso panggang dikecapin dan diberi wijen

Bo Vien

Bakso disajikan dengan sup

Lion Head

Bakso dicampur dengan kuah chesnut dan kubis rebus

Chiftele

Bakso dicampur kentang kemudian digoreng dan dibubuhi jintan, disajikan dengan saus tomat atau saus cabe

Bitterballen

Bakso digoreng dengan tepung dan disajikan dengan saus khusus yang dibuat dari abon sapi

Pulpety

Bakso yang dimasak dengan bumbu sayuran yang lebut, terus disajikan dengan jamur dan krim asam

Konigsbeger Klopse

Bakso yang disajikan dengan kuah mentega dan kentang

Italian Meatball

Bakso yang disajikan dengan spagetti

Polpette

Bakso yang disajikan dengan keju


Frikadeller

Bakso disajikan dengan sandwich

Albondigas

Bakso yang berisi telur, direbus dengan berbagai saus, dari saus tomat sampai saus almond tergantung selera.

Faggots

Bakso yang disajikan dengan hati dan diberi kacang-kacangan

Keftedes

Bakso disajikan dengan roti basah dan bawang putih kemudian digoreng renyah, dimakan dengan nasi atau saus tomat

Itulah menu-menu berbahan dasar bakso yang bisa meramaikan menu warung bakso anda, Bisa juga untuk sajian dalam hidangan tambahan saat resepsi atau pesta.
 Pagi-pagi temen nelpon minta dicariin kerjaan. Karena tahu kalau dia itu punya pengalaman jadi supir, dan kemaren ada temen yang cerita kalo ditawari jadi supir taksi "Manuk Ijo". Akhirnya kusampaikan kalau mau jadi supir taksi "Manuk Ijo" tersebut.

Ternyata dia malah tidak pengen jadi supir lagi, kutawarkan opsi lain berupa jualan, jualan apa saja lah tapi modal ga boleh lebih dari sejuta, karena cuma segitu dana yang bisa diputer jadi usaha. Akhirnya bingung sendiri dengan modal segitu mau jualan apa. Sampai telpon terputus karena ada tamu datang.

Setelah sang tamu pulang, aku jadi teringat akan rumah dikampung yang sementara ini dikontrakkan. Lokasi rumah tersebut di pinggir jalan, dan budaya orang situ yang suka cipok alias ngopi sambil ndopok bin ngobrol. Dan juga pengalamanku sendiri jika main ke rumah temen suguhan pertama pasti kopi. Akhirnya timbul ide untuk membuat Warung Kopi tapi biar keren dikasih nama Cafe.

Tapi kendala juga muncul, meski untuk tempat sudah tidak terlalu pusing mikir biaya sewanya, tapi interior mungkin kudu diisi, atau mungkin bisa juga dengan konsep lesehan, biar menekan biaya pembelian kursi dan meja. Tinggal mikir buat beli kompor dan alat-alat masak, gelas yang agak bagus dan unik agar ada kesan berbeda dengan ngopi di rumah.

Tapi bagaimana dengan orang yang datang sendirian ? masa hanya disuruh bengong ? karena kalo pengelola ngajak ngobrol kan tidak enak karena untuk menekan biaya operasional, pengelola juga harus merangkap jadi koki dan waitres. Tentunya butuh hiburan bisa dengan alunan musik dari MP3 player. 

Belum lagi kejenuhan yang timbul jika selalu gitu-gitu aja, gimana jika konsep Cafe tersebut ditambah dengan televisi biar sesekali ada acara nonton bareng pertandingan sepakbola, atau sesekali diisi dengan nonton film berjamaah. ditambah fasilitas free wifi.

Bagaimana menurut anda para pembaca ? bisa berkembang tidak ya usaha seperti itu dikampung halamanku ?

HITSTAT

Total Pageviews

Popular Post

- Copyright © 2013 Catatan Harian Awanul Hamzah| Powered by Blogger