Showing posts with label brebes. Show all posts
Bawang merah merupakan hasil bumi yang menjadi kebanggaan warga Kabupaten Brebes. Tanaman jenis umbi-umbian ini dibutuhkan oleh ibu-ibu rumah tangga untuk keperluan masak memasak.
Berbisnis bawang merah sangat menjanjikan, karena margin keuntungan yang lumayan menggiurkan.
Hari ini harga bawang merah ukuran besar atau super di Brebes Rp. 11.000/kg, sementara di pasar induk tanah tinggi berkisar antara 14.000 - 16.000/kg. Dan di tingkat eceran Rp. 20.000/kg.
Untuk pemain pemula bisa dimulai dari 1 000kg atau 1 ton, hal ini untuk menghemat biaya pengiriman dari Brebes ke Tangerang, biaya sewa L300 dari brebes ke Tangerang sekitar 1.300.000 - 1.500.000.
Jadi modal yang diperlukan untuk pemula sekitar 12.500.000 untuk bawang seberat 1 ton. Jika diecerkan langsung ke ibu-ibu dengan harga Rp. 16.000/kg dan nilai penyusutan barang sebesar 7% maka nilai yang dihasilkan sekitar 14.880.000. Sehingga selisih atau laba yang bisa diraih sebesar 2.380.000.
Namun itu belum bersih karena masih kena potong uang makan selama berjualan, plastik buat bungkusnya, dan bensin. dengan asumsi 100kg perhari berarti harus beroperasi selama 10 hari untuk menjual bawang sebanyak 1 Ton. Jika sehari menghabiskan 150.000 maka selama berjualan menghabiskan dana sekitar 1.500.000, sehingga laba bersih 880.000 atau 88.000 perhari.
Harga jual 16.000/kg ibu-ibu bakal berebut membeli karena harga pasaran eceran sebesar Rp. 20.000/kg. dan harga Rp. 16.000/kg itu biasanya harga beli pedagang eceran. Jika kita jual ke pedagang eceran maka 1 Ton belum sampai sehari juga sudah habis. Jadi kita bisa meraih keuntungan 2.380.000 dipotong biaya operasional sebesar Rp. 1.500.000 maka keuntungan bersih dalam sehari 880.000.
Berminat untuk usaha jual beli bawang merah ? mulailah dari modal kecil dulu sambil mempelajari seluk beluknya.
Bila anda berencana menjenguk sanak saudara ke Brebes, sebaiknya hati-hatilah untuk senyum di hadapan orang yang anda belum kenal atau belum mengenal anda. Kalau itu anda lakukan, maka siap-siaplah untuk ditinggal pergi atau sebaliknya akan segera menghampiri anda, mengajak ke warung untuk minum teh, ngopi, atau makan siang.
Anda tentu akan bertanya, “Apa kaitan semua itu dengan senyum?”
Bila anda seorang yang sangat lugu atau kuper maka tentu saja anda tidak akan paham, atau merasa hal itu tidak logis bahkan jauh dari rasional. Tapi percayalah, jangan lakukan itu. Kalau anda lakukan itu, siap-siaplah ditengarai menjadi seorang Calon Legislatif (Caleg) di Brebes yang akan bertarung pada Pileg 2014 nanti, sehingga amat perlu untuk mengambil hati masyarakat, dan anda memilih untuk senyum kepada siapa pun yang anda jumpai di sana, untuk mendapatkan simpati yang dengan demikian, akan memilih anda, nanti.
Dua hal yang mungkin anda peroleh.
Golongan pertama, segera meninggalkan anda, karena muak dengan senyuman tersebut, dengan menghubungkannya dengan perilaku pala legislator sekarang ini, yang sama sekali tidak mencerminkan apa yang dijanjikannya pada waktu yang lalu. Senyuman anda dianggap menjadi satu pelecehan, basa-basi, atau senyuman seorang yang munafik. Ibarat kata orang Sitanggal, “Doo, sebelum terpilih masih buka kaca, setelah terpilih, boro-boro…Maups!”
Golongan kedua akan segera mendekati anda. Dalam benaknya, senyuman anda adalah sebuah kesempatan. Bukankah kesempatan tidak datang dua kali? Anda akan segera disalami dan berbasa-basi, lalu menggiring anda masuk warung. Sudah tentu tujuannya agar anda membayari seluruh konsumsi selama di warung plus rokok, dan syukur-sukur, ketika akan pisah, anda menyalaminya dengan lembaran sang proklamator.
Kata-kiti, ini bukan tiki-taka ala Spanyol, saat ini di Brebes, para Caleg, sekali lagi, ini menurut kata-kiti, secara umum, para Caleg ini, mudah menebar senyum, agak royal, humanis, dan sepertinya menunjukkan jati diri sebagai seorang berjiwa sosial tinggi. Dan yang menonjol lagi, sontak memahami ayat-ayat Al-qur`an dan melontarkannya dalam setiap pertemuan, termasuk menyebarkannya dalam dunia maya; twitter, facebook, atau jejaring sosial lainnya. Padahal di luar itu, banyak di antaranya yang masih suka main mata dengan sesama jenis, terutama lain jenis, juga yang masih hobby bermain togel.
Terus terang, bukan terang terus seperti bohlam Philip, cara untuk meraih simpati orang lain, senyum itu efektif dan baik. Senyum merupakan bagian dari komunkasi dan disarankan oleh pakar komunikasi untuk melakukannya, karena selain baik bagi orang lain, senyum juga merupakan cara terbaik untuk mengobati diri pribadi yang senyum. Dengan senyum, hati yang luka menjadi sembuh. Bibir menjadi teratur tata letaknya. Tetapi, sekali lagi, kalau anda sungguh-sungguh berada di Brebes, baiklah tahan senyum anda sampai Pileg berakhir. Bukan apa-apa, karena selain senyum itu adalah milik para Caleg, anda pun jangan sampai atau terpaksa kehabisan ongkos untuk balik ke perantawan
Pagi-pagi temen nelpon minta dicariin kerjaan. Karena tahu kalau dia itu punya pengalaman jadi supir, dan kemaren ada temen yang cerita kalo ditawari jadi supir taksi "Manuk Ijo". Akhirnya kusampaikan kalau mau jadi supir taksi "Manuk Ijo" tersebut.
Ternyata dia malah tidak pengen jadi supir lagi, kutawarkan opsi lain berupa jualan, jualan apa saja lah tapi modal ga boleh lebih dari sejuta, karena cuma segitu dana yang bisa diputer jadi usaha. Akhirnya bingung sendiri dengan modal segitu mau jualan apa. Sampai telpon terputus karena ada tamu datang.
Setelah sang tamu pulang, aku jadi teringat akan rumah dikampung yang sementara ini dikontrakkan. Lokasi rumah tersebut di pinggir jalan, dan budaya orang situ yang suka cipok alias ngopi sambil ndopok bin ngobrol. Dan juga pengalamanku sendiri jika main ke rumah temen suguhan pertama pasti kopi. Akhirnya timbul ide untuk membuat Warung Kopi tapi biar keren dikasih nama Cafe.
Tapi kendala juga muncul, meski untuk tempat sudah tidak terlalu pusing mikir biaya sewanya, tapi interior mungkin kudu diisi, atau mungkin bisa juga dengan konsep lesehan, biar menekan biaya pembelian kursi dan meja. Tinggal mikir buat beli kompor dan alat-alat masak, gelas yang agak bagus dan unik agar ada kesan berbeda dengan ngopi di rumah.
Tapi bagaimana dengan orang yang datang sendirian ? masa hanya disuruh bengong ? karena kalo pengelola ngajak ngobrol kan tidak enak karena untuk menekan biaya operasional, pengelola juga harus merangkap jadi koki dan waitres. Tentunya butuh hiburan bisa dengan alunan musik dari MP3 player.
Belum lagi kejenuhan yang timbul jika selalu gitu-gitu aja, gimana jika konsep Cafe tersebut ditambah dengan televisi biar sesekali ada acara nonton bareng pertandingan sepakbola, atau sesekali diisi dengan nonton film berjamaah. ditambah fasilitas free wifi.
Bagaimana menurut anda para pembaca ? bisa berkembang tidak ya usaha seperti itu dikampung halamanku ?
1. Pantai Randusanga Indah
Pantai Randusanga Indah terletak di Randusanga Kulon, Kecamatan Brebes yatau lebih tepatnya lagi terletak sekitar 7 km dari jalan raya Pantura kota Brebes. Di sepanjang jalan menuju pantai Randusanga akan banyak ditemui perkebunan bawang merah yang terhampar luas, sedangkan mendekati lokasi pantai, akan banyak di temui tambak- tambak yang biasanya di-gunakan untuk budidaya bandeng dan rumput laut.
2. Waduk Penjalin
Waduk Penjalin memiliki luas 1,25 km2 dan isi 9,5 juta m3, terletak di tengah-tengah Desa Winduaji, 2,4 km arah selatan ibu kota Kecamatan Paguyangan . Dari ibu kota kecamatan ke arah selatan jurusan Purwokerto , kemudian sampai Desa Winduaji belok kanan ke lokasi waduk. Dari kota Paguyangan jaraknya 6 km, dari kota Bumiayu 12 km. Sedangkan dari Purwokerto 30 km. Waduk Penjalin terletak perbatasan Kab Banyumas dan Kab. Brebes.
3. Waduk Malahayu
Objek wisata Waduk Malahayu ini terletak di Desa Malahayu, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes,Jawa Tengah; atau lebih tepatnya lagi ± 6 km dari Banjarharjo atau 17 km dari Tanjung. Luas Waduk Malahayu ini diperkirakan sekitar 944 hektare dan dibangun pada tahun 1930 oleh Kolonial Belanda. Fungsi dari Waduk Malahayu ini disamping sebagai sarana irigasi lahan pertanian wilayah Kecamatan Banjarharjo, Kersana, Ketanggungan, Losari, Tanjung dan Bulalakamba juga sebagai pengontrol banjir serta dimanfaatkan untuk rekreasi. Di obyek wisata ini dapat ditemukan panorama alam pegunungan yang indah, dikelilingi hutan jati yang luas dan telah dijadikan bumi perkemahan dan wana wisata.
4. Candi Pangkuan
wisata Candi Pangkuan lokasinya terletak di Desa Cilibur, Kecamatan Paguyangan, Brebes, dimana terdapat sebuah batu lonjong setinggi 50 cm, serta kesempatan bercengkerama dengan ratusan ekor kera jinak yang menghuni tempat itu.
5. Gua Jepang
wisata Gua Jepang ini bisa anda temukan di dalam area Perkebunan Teh Kaligua, sekitar 1 km dari Kantor Pusat Perkebunan Teh Kaligua. Konon katanya ini gua ujungnya bisa nyampe ke gue jepang yang ada di daerah lain.
6. Pemandian Air Panas Cipanas
Pemandian Air Panas Cipanas yang terletak Brebes ini adalah pemandian airpanas cipanas yang terletak di wilayah bagian selatan brebes, atau lebih tepatnya lagi 6km sebelah barat Bumiayu serta pemandian Tirta Husada di sebelah barat kota paguyangan. Pemandian air panas alami tersebut terkenal mampu menyembuhkan penyakit, di sertai berbagai fasilitas yang menunjang seperti Kolam renang anak, taman bermain, karaoke dan lain lain.
7. Pemandian Air Panas Tirta Husada
Pemandian Air Panas Tirta Husada adalah Tempat pemandian udara panas untuk Terapi penyakit diantaranya penyakit pegal-pegal, rheumatik, dan Juga sebagai Tempat rekreasi Nyaman Yang cukup apalagi julian Datang Musim Liburan, terletak di desa Kedungoleng Kecamatan Paguyangan.
8. Perkebunan Teh Kaligua
Perkebunan Teh Kaligua adalah klokasi wisata agro dataran tinggi. Tempat wisata ini terletak di Kaligua, Desa Pandansari, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Perkebunan ini dikelola oleh PT Perkebunan Nusantara IX dan merupakan diversifikasi usaha untuk meningkatkan optimalisasi aset perusahaan dengan didukung potensi alam yang indah.
9. Telaga Ranjeng
Telaga Ranjeng, atau disebut juga dengan nama telaga renjeng merupakan sebuah tempat wisata yang terletab di Desa Pandansari, Kecamatan Paguyangan, Telaga Ranjeng merupakan objek wisata air potensial di kabupaten Brebes. Telaga Ranjeng yang dibangun tahun 1924, berada di bawah kaki Gunung Slamet dan merupakan bagian dari kawasan cagar alam milik Perhutani Pekalongan Timur. Cagar alam tersebut memiliki luas empat puluh delapan setengah hektar terdiri dari hutan damar dan pinus yang mengelilingi telaga, yang sebelumnya merupakan tempat mandi para tokoh kerajaan di Jawa. Di tempat ini ikan lelenya banyak banget gan,, di tempat ini juga bnayk banget dah mitosnya yg katanya ikan lele di telaga renjeng g boleh di bawa pulang kalo ada yang bawa pulang bakal terjadi sesuatu sama orangnya
2. Waduk Penjalin
Waduk Penjalin memiliki luas 1,25 km2 dan isi 9,5 juta m3, terletak di tengah-tengah Desa Winduaji, 2,4 km arah selatan ibu kota Kecamatan Paguyangan . Dari ibu kota kecamatan ke arah selatan jurusan Purwokerto , kemudian sampai Desa Winduaji belok kanan ke lokasi waduk. Dari kota Paguyangan jaraknya 6 km, dari kota Bumiayu 12 km. Sedangkan dari Purwokerto 30 km. Waduk Penjalin terletak perbatasan Kab Banyumas dan Kab. Brebes.
3. Waduk Malahayu
Objek wisata Waduk Malahayu ini terletak di Desa Malahayu, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes,Jawa Tengah; atau lebih tepatnya lagi ± 6 km dari Banjarharjo atau 17 km dari Tanjung. Luas Waduk Malahayu ini diperkirakan sekitar 944 hektare dan dibangun pada tahun 1930 oleh Kolonial Belanda. Fungsi dari Waduk Malahayu ini disamping sebagai sarana irigasi lahan pertanian wilayah Kecamatan Banjarharjo, Kersana, Ketanggungan, Losari, Tanjung dan Bulalakamba juga sebagai pengontrol banjir serta dimanfaatkan untuk rekreasi. Di obyek wisata ini dapat ditemukan panorama alam pegunungan yang indah, dikelilingi hutan jati yang luas dan telah dijadikan bumi perkemahan dan wana wisata.
4. Candi Pangkuan
wisata Candi Pangkuan lokasinya terletak di Desa Cilibur, Kecamatan Paguyangan, Brebes, dimana terdapat sebuah batu lonjong setinggi 50 cm, serta kesempatan bercengkerama dengan ratusan ekor kera jinak yang menghuni tempat itu.
5. Gua Jepang
wisata Gua Jepang ini bisa anda temukan di dalam area Perkebunan Teh Kaligua, sekitar 1 km dari Kantor Pusat Perkebunan Teh Kaligua. Konon katanya ini gua ujungnya bisa nyampe ke gue jepang yang ada di daerah lain.
6. Pemandian Air Panas Cipanas
Pemandian Air Panas Cipanas yang terletak Brebes ini adalah pemandian airpanas cipanas yang terletak di wilayah bagian selatan brebes, atau lebih tepatnya lagi 6km sebelah barat Bumiayu serta pemandian Tirta Husada di sebelah barat kota paguyangan. Pemandian air panas alami tersebut terkenal mampu menyembuhkan penyakit, di sertai berbagai fasilitas yang menunjang seperti Kolam renang anak, taman bermain, karaoke dan lain lain.
7. Pemandian Air Panas Tirta Husada
Pemandian Air Panas Tirta Husada adalah Tempat pemandian udara panas untuk Terapi penyakit diantaranya penyakit pegal-pegal, rheumatik, dan Juga sebagai Tempat rekreasi Nyaman Yang cukup apalagi julian Datang Musim Liburan, terletak di desa Kedungoleng Kecamatan Paguyangan.
8. Perkebunan Teh Kaligua
Perkebunan Teh Kaligua adalah klokasi wisata agro dataran tinggi. Tempat wisata ini terletak di Kaligua, Desa Pandansari, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Perkebunan ini dikelola oleh PT Perkebunan Nusantara IX dan merupakan diversifikasi usaha untuk meningkatkan optimalisasi aset perusahaan dengan didukung potensi alam yang indah.
9. Telaga Ranjeng
Telaga Ranjeng, atau disebut juga dengan nama telaga renjeng merupakan sebuah tempat wisata yang terletab di Desa Pandansari, Kecamatan Paguyangan, Telaga Ranjeng merupakan objek wisata air potensial di kabupaten Brebes. Telaga Ranjeng yang dibangun tahun 1924, berada di bawah kaki Gunung Slamet dan merupakan bagian dari kawasan cagar alam milik Perhutani Pekalongan Timur. Cagar alam tersebut memiliki luas empat puluh delapan setengah hektar terdiri dari hutan damar dan pinus yang mengelilingi telaga, yang sebelumnya merupakan tempat mandi para tokoh kerajaan di Jawa. Di tempat ini ikan lelenya banyak banget gan,, di tempat ini juga bnayk banget dah mitosnya yg katanya ikan lele di telaga renjeng g boleh di bawa pulang kalo ada yang bawa pulang bakal terjadi sesuatu sama orangnya
1. Bawang Merah
Kabupaten brebes merupakan salah satu kota penghasil bawang merah yang paling bagus diantara daerah lain yang ada di Indonesia. Hampir seluruh indonesia kalo membicarakan Bawang Merah pasti yang tertuju adalah Brebes. Di Brebes banyak menghasilkan bawang merah karena kondisi alam dan tanahnya sangat cocok dan bagus untuk menanam bawang sehingga kebanyakan petani Brebes bercocok tanam Bawang Sehingga bawang dari Brebes berproduksi banyak.Namun akhir-akhir ini saya sedih soalnya bawang merah brebes sudah tersaingi oleh bawang-bawang eksport yang lebih murah tetapi untuk kualitas bila dibandingkan dengan bawang merah brebes masih jauh lebih bagus bawang Merah asal Brebes.
2. Telor Asin
Selain Bawang Merah Brebes juga terkenal dengan makanan khasnya telor asin yang rasanya bagi sih sangat enak tidak terlalu asin dan tidak terlalu hambar dan bagian kuning telornya berminyak yang dikenal dengan istilah masir itulah yang menyebabkan telor paling enak dibanding dari daerah lain.
Hampir di seluruh indonesia belum ada yang bisa menyaingi rasa dan kelezatan telor asin dari Brebes. Diluar memang banyak yang memproduksi telor asin tapi kadang rasanya tidak tepat, sehingga kalah jauh dengan telor asin buatan Brebes.
3.Teh Poci
Yang ketiga adalah teh poci, Sebenarnya sih ini khas dari kota tetangga yaitu Tegal tapi di daerah brebes sendiri banyak sekali yang membuka warung lesehan dan menyajikan teh poci dan ditemani gorengan mendoan.
Menu tersebut mantep banget buat temen nongkrong bareng anak-anak istilah brebesnya CIPOK (Moci Karo Ndopok = minum teh poci sambil ngobrol) . Bagi yang kebetulan lewat Brebes sempetin mampir ke alun-alun brebes dan cobain sensasi cipok di malam hari ditemani gorengan soalnya selain di kota Brebes jarang ada warung kaya gitu.
4.Kupat Sate Blengong
Salah satu kuliner khas dari Brebes yang saya rasa diluar Brebes kayanya ga ada. Kupat dengan rasa khas dan ditambah pake sate blengong (hasil persilangan antara bebek dengan mentok). Soal rasa mantap kalo dah nyobain bisa bikin ketagihan. Bagi yang mau nyicipin enaknya silahkan mampir ajah ke brebes di Alun-Alun Brebes banyak tuh deket jalan pantura.
Warung kupat sate blengong yang terkenal dan sudah sering masuk TV yaitu warung kupat blengong Mang Rajak tempatnya di dekat Islamic Center Brebes, buat kalo lewat brebes wajib dah nyobain makanan ini.
5.Kesenian Sintren
Sintren adalan kesenian tari tradisional masyarakat Jawa, khususnya di Cirebon. Kesenian ini terkenal di pesisir utara Jawa Barat dan Jawa Tengah, antara lain di Indramayu, Cirebon, Majalengka, Jatibarang, Brebes, Pemalang, Banyumas,Kabupaten Kuningan, dan Pekalongan.
Kesenian Sintren dikenal juga dengan nama lais. Kesenian Sintren dikenal sebagai tarian dengan aroma mistis/magis yang bersumber dari cerita cinta kasih Sulasih dengan Sulandono.
Kesenian Sintren berasal dari kisah Sulandono sebagai putra Ki Bahurekso Bupati Kendal yang pertama hasil pernikahannya dengan Dewi Rantamsari yang dijuluki Dewi Lanjar. Raden Sulandono memadu kasih dengan Sulasih seorang putri dari Desa Kalisalak, namun hubungan asmara tersebut tidak mendapat restu dari Ki Bahurekso, akhirnya R. Sulandono pergi bertapa dan Sulasih memilih menjadi penari. Meskipun demikian pertemuan di antara keduanya masih terus berlangsung melalui alam gaib.
Pertemuan tersebut diatur oleh Dewi Rantamsari yang memasukkan roh bidadari ke tubuh Sulasih, pada saat itu pula R. Sulandono yang sedang bertapa dipanggil oleh roh ibunya untuk menemui Sulasih dan terjadilah pertemuan di antara Sulasih dan R. Sulandono. Sejak saat itulah setiap diadakan pertunjukan sintren sang penari pasti dimasuki roh bidadari oleh pawangnya, dengan catatan bahwa hal tersebut dilakukan apabila sang penari masih dalam keadaan suci (perawan). sintren juga mempunyai keunikan tersendiri yaitu terlihat dari panggung alat-alat musiknya yang terbuat dari tembikar atau gembyung dan kipas dari bambu yang ketika ditabuh dengan cara tertentu menimbulkan suara yang khas.
Ada beberapa pendapat mengenai asal - usul nama Brebes yang di antaranya berasal dari kata di antaranya Brebes berasal dari kata "Bara" dan "Basah", bara berarti hamparan tanah luas dan basah berarti banyak mengandung air. Keduanya cocok dengan keadaan daerah Brebes yang merupakan dataran luas yang berair.Karena perkataan bara di ucapkan bere sedangkan basah di ucapkan besah maka untuk mudahnya di ucapkan Brebes. Dalam Bahasa Jawa perkataan Brebes atau mrebes berarti tansah metu banyune yang berarti selalu keluar airnya.
Nama Brebes muncul sejak zaman Mataram. Kota ini berderet dengan kota-kota tepi pantai lainnya seperti Pekalongan, Pemalang, dan Tegal. Brebes pada saat itu merupakan bagian dari wilayah Kabupaten Tegal.
Pada tanggal 17 Januari 1678 di Jepara diadakan pertemuan Adipati Kerajaan Mataram se Jawa Tengah, termasuk Arya Martalaya, Adipati Tegal dan Arya Martapura, Adipati Jepara. Karena tidak setuju dengan acara penandatanganan naskah kerjasama antara Amangkurat Admiral dengan Belanda terutama dalam menumpas pemberontakan Trunajaya dengan imbalan tanah-tanah milik Kerajaan Mataram, maka terjadi perang tanding antara kedua adipati tersebut. Peristiwa berdarah ini merupakan awal mula terjadinya Kabupaten Brebes dengan Bupati berwenang .Sehari setelah peristiwa berdarah tersebut yaitu tanggal 18 Januari 1678, Sri Amangkurat II yang berada di Jepara mengangkat beberapa Adipati/ Bupati sebagai pengagganti Adipati-adipati yang gugur. Untuk kabupaten Brebes di jadikan kabupaten mandiri dengan adipati Arya Suralaya yang merupakan adik dari Arya Martalaya. Pengangkatan Arya Suralaya sekaligus titimangsa pemecahan Kadipaten Tegal menjadi dua bagian yaitu Timur tetap di sebut Kadipaten Tegal dan bagian barat di sebut Kabupaten Brebes.
Kabupaten Brebes terletak di bagian Utara paling Barat Provinsi Jawa Tengah, di antara koordinat 108° 41'37,7" - 109° 11'28,92" Bujur Timur dan 6° 44'56'5" - 7° 20'51,48 Lintang Selatan dan berbatasan langsung dengan wilayah Provinsi Jawa Barat. Penduduk Kabupaten Brebes mayoritas menggunakan bahasa Jawa yang yang mempunyai ciri khas yang tidak dimiliki oleh daerah lain, biasanya disebut dengan Bahasa Jawa Brebes. Namun terdapat Kenyataan pula bahwa sebagian penduduk Kabupaten Brebes juga bertutur dalam bahasa Sunda dan banyak nama tempat yang dinamai dengan bahasa Sunda menunjukan bahwa pada masa lalu wilayah ini adalah bagian dari wilayah Sunda. Daerah yang masyarakatnya sebagian besar menggunakan bahasa Sunda atau biasa disebut dengan Bahasa Sunda Brebes, adalah meliputi Kecamatan Salem,Banjarharjo,dan Bantarkawung, dan sebagian lagi ada di beberapa desa di Kecamatan Losari, Tanjung, Kersana, Ketanggungan dan Larangan.
Berdasarkan naskah kuno primer Bujangga Manik (yang menceriterakan perjalanan Prabu Bujangga Manik, seorang pendeta Hindu Sunda yang mengunjungi tempat-tempat suci agama Hindu di pulau Jawa dan Bali pada awal abad ke-16), yang saat ini disimpan pada Perpustakaan Boedlian, Oxford University, Inggris sejak tahun 1627, batas Kerajaan Sunda di sebelah timur adalah Ci Pamali (sekarang disebut sebagai Kali Brebes atau Kali Pemali yang melintasi pusat kota Brebes) dan Ci Serayu (yang saat ini disebut Kali Serayu) di Provinsi Jawa Tengah.
Ibukota kabupaten Brebes terletak di bagian timur laut wilayah kabupaten. Kota Brebes bersebelahan dengan Kota Tegal, sehingga kedua kota ini dapat dikatakan "menyatu".
Brebes merupakan kabupaten yang cukup luas di Provinsi Jawa Tengah. Sebagian besar wilayahnya adalah dataran rendah. Bagian barat daya merupakan dataran tinggi (dengan puncaknya Gunung Pojoktiga dan Gunung Kumbang), sedangkan bagian tenggara terdapat pegunungan yang merupakan bagian dari Gunung Slamet.
Dengan iklim tropis, curah hujan rata-rata 18,94 mm per bulan. Kondisi itu menjadikan kawasan tesebut sangat potensial untuk pengembangan produk pertanian seperti tanaman padi, hortikultura, perkebunan, perikanan, peternakan dan sebagainya.





.jpg)











