Showing posts with label keuangan. Show all posts
Peningkatan penghasilan adalah dambaan setiap manusia, karena dengan adanya peningkatan penghasilan maka taraf kehidupan akan ikut meningkat juga. Untuk meningkatkan penghasilan maka bekerja adalah syarat utama. Entah itu bekerja sebagai buruh, sebagai pebisnis atau bekerja sebagai peminta-minta.
Namun bagi buruh, keinginan untuk meningkatkan penghasilan kadang hanya dalam bentuk tuntutan untuk menaikkan gaji secara serentak dengan dasar Upah Minimum Propinsi. Dengan mengacu pada Kebutuhan Hidup Layak.
Upah Minimum berarti upah terendah yang di terima buruh. Buruh yang belum berpengalaman layak untuk mendapatkan upah ini, sementara yang sudah berpengalaman tentu layak untuk mendapatkan lebih dari Upah Minimum tersebut. Ini yang seharusnya diperjuangkan oleh buruh terhadap perusahaannya masing-masing bukan ke pemerintah. Karena pemerintah hanya menetapkan yang minimal saja, agar tidak ada buruh yang miskin.
Upah Minimum yang ditetapkan pemerintah merupakan hasil survey terhadap Kebutuhan Hidup Layak yang disesuaikan dengan daerah masing-masing. Jika untuk daerah Jakarta maka yang di survey adalah Kebutuhan hidup Layak di daerah Jakarta, demikian juga untuk daerah-daerah lain.
Dalam menetapkan KHL pemerintah bekerja sama dengan Dewan Pengupahan, Pengusaha dan Buruh. Sehingga sebelum dirilis, sudah ada kesepakatan terhadap unsur-unsur KHL oleh semua pihak terutama Buruh dan Pengusaha. Tentu nilai yang ditentukan sudah dipertimbangkan dengan adanya produktivitas, pertumbuhan ekonomi, usaha yang paling tidak mampu juga kondisi pasar.
Untuk melihat berapa komponen yang ada dalam KHL dan dasar hukumnya bisa dilihat DISINI sementara tuntutan buruh mengenai KHL bisa dibaca DISINI.
Tetapi kadang musyawarah yang telah disepakati disalahkan karena masih ada unsur ketidakpuasan. Entah dari pihak buruh atau dari pihak pengusaha.
Padahal dengan efek kenaikan gaji maka harga barang ikut naik, karena biaya produksi juga naik. Kenaikan harga barang tentu akan menyebabkan pengeluaran ikut naik juga. Bagi pemilik rumah kos, merekapun merasakan harga barang yang naik, maka untuk menutup pengeluarannya yang ikut naik mereka menaikkan harga sewa kosnya pada penyewanya yang rata-rata buruh juga. Akhirnya buruh menuntut kenaikan gaji lagi demikian seterusnya.
Sebetulnya berapapun penghasilan yang kita peroleh, jika kita pandai bersyukur dan menikmati maka itu akan terasa nikmat dan mencukupi untuk hidup. Tapi namanya juga manusia tidak pernah ada rasa puasnya. Berbeda dengan binatang, yang hanya asal mendapat tempat bernaung, makan, minum, berkeluarga dan bisa hidup bersosialisasi sudah cukup. Manusia, selain membutuhkan tersebut juga membutuhkan gengsi.
Tapi tentu masih ada manusia yang memiliki rasa syukur, bagi yang pandai bersyukur maka rejekinya akan ditambah. Semoga kita dimasukkan dalam golongan orang-orang yang pandai bersyukur. Amin
Banyaknya yang melaksanakan hajatan di bulan Oktober ini membuatku juga banyak pergi kondangan. Hampir tiap 3 hari sekali ada undangan (resiko banyak kenalan), tapi tak mengapa ... bukannya banyak kawan banyak rejeki ? bagi yang mau hajatan bisa melihat model surat undangan disini. Meski efek samping dari banyaknya kondangan tersebut kolesterol naik dan berat badan nambah.
Ada yang undangan sunatan, ada undangan ulang tahun (anak dan istriku berulang tahun dibulan oktober juga) ada undangan pernikahan, bahkan ada undangan rapat RT eh ngapain dibawa-bawa.
Setelah dihitung-hitung ternyata mayoritas undangan yang datang berupa undangan pernikahan. berbeda dengan bulan juni dan juli yang kebanyakan undangan sunatan. Setelah secara mendadak menjadi tukang survey, ngobrol-ngobrol dengan sesama tamu undangan yang lain, akhirnya bisa disimpulkan ada beberapa faktor yang mempengaruhi hujan undangan pernikahan di bulan oktober.
Berbeda dengan jawaban yang kompak pas kondangan sunatan yang 99% menyatakan alasan utamanya adalah liburan panjang sehingga sunatan dilangsungkan dibulan tersebut sekalian acara reuni orang tuanya, maka untuk kasus pernikahan ini banyak faktor pendukungnya.
Faktor yang mendukung antara lain :
1.Bulan Oktober Bulan Galau
Bulan Oktober adalah bulan galau. Lah kok bulan galau, ya karena bulan oktober bulan pergantian musim, dari musim panas ke musim hujan. Nikah pas musim hujan kan jadi dingin dingin empuk *if you know what I mean*. Mungkin karena akhir2 ini penghangat ruangan naik harganya di sebabkan kenaikan nilai tukar dolar ke rupiah, jadi mereka mencari penghangat yang alami *hasyaahhh…
Bulan Oktober adalah bulan galau. Lah kok bulan galau, ya karena bulan oktober bulan pergantian musim, dari musim panas ke musim hujan. Nikah pas musim hujan kan jadi dingin dingin empuk *if you know what I mean*. Mungkin karena akhir2 ini penghangat ruangan naik harganya di sebabkan kenaikan nilai tukar dolar ke rupiah, jadi mereka mencari penghangat yang alami *hasyaahhh…
2.Libur panjang
Karena bertepatan dengan idul adha, jadi ada jeda waktu libur panjang. Antara tanggal 12-15 Oktober 2013, kan lumayan tuh cukup buat nikah. Tanggal 12 nikah 13 malam pertama 14 bulan madu 15 idul adha. Hayo ada yang kondangan tanggal 12? Aku kondangan di tanggal segitu, biasanya PNS tuh yang nikah tanggal segitu, ya kan mereka kerja cuma sampai hari jum’at. Ya tidak menutup kemungkinan pekerjaan yang lain juga.
Karena bertepatan dengan idul adha, jadi ada jeda waktu libur panjang. Antara tanggal 12-15 Oktober 2013, kan lumayan tuh cukup buat nikah. Tanggal 12 nikah 13 malam pertama 14 bulan madu 15 idul adha. Hayo ada yang kondangan tanggal 12? Aku kondangan di tanggal segitu, biasanya PNS tuh yang nikah tanggal segitu, ya kan mereka kerja cuma sampai hari jum’at. Ya tidak menutup kemungkinan pekerjaan yang lain juga.
Selain karena faktor harpitnas tadi ada juga yang karena alasan liburan panjang di bulan juni-juli. Karena liburan panjang para pelajar sementara orang tuanya ga dapet liburan panjang. Akhirnya keasyikan pacaran hingga kebablasan, pas sadar di bulan september, mau ga mau untuk meredam rasa malu oktober digelar pesta.
3.Mudah di Ingat dan Banyak yg Merayakan
Tanggal 28 kan hari Sumpah Pemuda tuh, kan lumayan nebeng biar gampang di inget, yg ngerayain juga banyak. Kan kalau suatu saat ada yg tanya “hey bro, kapan kamu nikah” | “itu bro, waktu hari Sumpah Pemuda” | “la emangnya tanggal berapa tu?” | “sek sek…ku cari di google dulu bentar!!” . Tuh kan, kalaupun lupa tanggal nikah tinggal cari di google tar ketemu
Tanggal 28 kan hari Sumpah Pemuda tuh, kan lumayan nebeng biar gampang di inget, yg ngerayain juga banyak. Kan kalau suatu saat ada yg tanya “hey bro, kapan kamu nikah” | “itu bro, waktu hari Sumpah Pemuda” | “la emangnya tanggal berapa tu?” | “sek sek…ku cari di google dulu bentar!!” . Tuh kan, kalaupun lupa tanggal nikah tinggal cari di google tar ketemu
4.Banyak yg jadian dibulan Oktober
Karena bulan oktober banyak kondangan, akhirnya di kondangan itu sendiri banyak jodoh yg dipertemukan, efek dominopun berlanjut. Dengan alasan biar gak ribet ngapalin tanggal jadi mereka biasanya menikah di bulan yg sama saat mereka pertama kali bertemu. Sapa yang ketemu jodoh pas kondangan ? ayo ... cung ...
Karena bulan oktober banyak kondangan, akhirnya di kondangan itu sendiri banyak jodoh yg dipertemukan, efek dominopun berlanjut. Dengan alasan biar gak ribet ngapalin tanggal jadi mereka biasanya menikah di bulan yg sama saat mereka pertama kali bertemu. Sapa yang ketemu jodoh pas kondangan ? ayo ... cung ...
5. Bertepatan Bulan Dzulhijah
karena bertepatan dengan bulan dzulhijjah, katanya bagus buat melakukan hajatan. Pada dasarnya semua bulan bagus kok buat melangsungkan pernikahan asal dengan niatan yang baik. Bukan karena alasan si otong udah keburu nyoblos duluan *kebetulan di tempat aku lagi ada pilkada*
karena bertepatan dengan bulan dzulhijjah, katanya bagus buat melakukan hajatan. Pada dasarnya semua bulan bagus kok buat melangsungkan pernikahan asal dengan niatan yang baik. Bukan karena alasan si otong udah keburu nyoblos duluan *kebetulan di tempat aku lagi ada pilkada*
Buat yang baru menikah di bulan oktober ini jangan lupa mampir kesini untuk nambah pengetahuan.
Beberapa hal yang menurut saya membuat sekolah tidaklah penting untuk kita.
1. Jika anda beranggapan dengan punya pendidikan tinggi, maka akan mudah mendapat pekerjaan. Sayangnya kita sudah bukan di era tahun 80an. Jaman dulu, seorang sarjana sangat dihargai karena jumlahnya tidak sebanyak sekarang. Namun sekarang, hampir setiap orang adalah sarjana sehingga semakin lama semakin tidak ada harganya. Karena itu bukan hal yang mengagetkan apabila saat ini kita menemukan begitu banyak orang-orang di sekitar kita yang setelah lulus, tidak kunjung mendapat pekerjaan/dihargai terlalu rendah, sehingga akhirnya terpaksa membuat usaha sendiri, melanjutkan usaha orang tua, menjadi agent property/investasi, dan lain-lain.
2. Di sekolah umumnya kita tidak mempelajari sesuatu namun hanya menghafal sesuatu yang hanya berguna pada saat ulangan. Dan semua yang diajarkan sekolah 95% akan tidak digunakan di masa depan kita. Sedangkan 18 tahun pertama dalam hidup kita menggunakan 95% waktu kita untuk sekolah. Karena itu akan jauh lebih berguna dan bijaksana apabila kita memanfaatkan waktu tersebut untuk meraih cita-cita kita yang sesungguhnya dari sedini mungkin. Berdasarkan survey yang telah saya lakukan, dapat saya simpulkan bahwa orang bersekolah bukan berarti ia belajar. Sebaliknya orang yang tidak bersekolah belum tentu ia tidak belajar.
3. Usia anak sekolah mulai dari umur 5 (SD) tahun hingga 18 tahun (SMA). Pada usia tersebut sebenarnya adalah masa pertumbuhan sang anak. Dari sekolah mereka akan dituntut bangun pagi, pulang sore, dan biasa akan dilanjut oleh kegiatan les/belajar hingga malam, dan tidak jarang jika ada ulangan besok, anak akan memforsir dirinya untuk belajar hingga subuh. Hal ini akan mengakibatkan kurangnya waktu istirahat dan stress pikiran yang berujung pada terhambatnya pertumbuhan, dan lebih buruknya lagi juga dapat memicu gangguan mental atau depresi berkelanjutan.
4. Banyak yang tidak menyadari, di sekolah kita belajar pada para guru yang sebenarnya tidak tergolong dalam kategori orang sukses dan bahkan bisa jadi taraf hidupnya tidak lebih baik daripada kita saat ini.
5. Jika anda termasuk salah satu orang yang beranggapan untuk mencari relasi/teman dari kegiatan persekolahan. Maka mungkin bisa saya sarankan untuk melakukannya di ormas keagamaan, karang taruna, fitness gym, masjid, dan masih banyak komunitas-komunitas lainnya yang dapat membantu anda. Pada dasarnya hal ini bukan ditentukan dari sekolah atau tidak tetapi ditentukan dari kemampuan setiap individu dalam bersosialisasi.
6. Fakta menunjukkan bahwa orang-orang di dunia yang mempunyai nama besar seperti Albert Einstein, Donnie Yen, Tobey Maguire, Andrie Wongso justru adalah mereka yang gagal dalam pendidikannya dan bahkan tidak lulus Sekolah Dasar. Yang setelah saya pelajari biografi mereka, mereka tidak akan menjadi orang hebat seperti saat ini jika dulu mereka memilih untuk melanjutkan sekolahnya. Seorang Bill Gates pun (orang terkaya ke-2 di dunia saat ini) tidak menyandang gelar Sarjana. Sedangkan ada ratusan juta Sarjana Informatika tersebar di seluruh dunia yang secara pendidikan melebihi Bill Gates namun tidak dapat menyamai kesuksesan Bill Gates.
*Hidup ini hanya sekali dan singkat. Akan amat sangat disayangkan apabila kita tidak dapat menikmatinya karena kita tidak tahu kapan kita akan pergi meninggalkan dunia ini, berapa lama kita dapat hidup di dunia ini dan pada saat itu tiba kita tidak akan membawa apapun dari dunia ini selain pahala. Oleh karena itu sedapat mungkin tidak perlu melakukan hal-hal yang tidak kita sukai dan menyiksa diri kita sendiri. Untuk mencapai satu tujuan selalu tersedia banyak jalan.
Tidak perlu kita malu dan berkecil hati hanya karena background pendidikan kita yang rendah, justru suatu hari kita boleh berbangga diri apabila kesuksesan kita dapat mengalahkan mereka yang secara pendidikan lebih tinggi.
Yang penting bagi kita adalah menuntut ilmu. Sebagaimana perintah Rasulullah
Tuntutlah ilmu sampai ke negeri cina



