Showing posts with label makan. Show all posts
Ada pemandangan heboh di Kronjo, Tangerang. Dua calon presiden RI yang di TV/internet berseteru memperebutkan kursi RI-1 kepergok makan nasi uduk bersama. Mereka kelihatan mesra mengobrol tentang jagoan mereka di Piala Dunia atau lauk uduk mana yang mereka suka. Tidak kelihatan suasana permusuhan seperti para pendukungnya di media massa. Mungkin karena suasana warung nasi uduk Ibu Nur di belakang Makam Pangeran Jaga Lautan di Pulau Cangkir ini sedang sepi kali ya.
Saya kebetulan ada di sana. Awalnya saya tidak percaya mereka memang calon presiden kita. Kan bisa sja Jokowi dan Prabowo KW 2 yang sedang cari sensasi. Tapi Fadli Zon dan Muhaimin juga ada di situ. Masak iya makhluk KW bisa memalsukan 4 orang sekaligus ?
Penasaran, saya hampiri mereka. Saya kira bakal diusir, ternyata malah disambut. Saya sapa kok tumben tampil berdua, mereka malah senyum-senyum saja.Terus saya tanya ada gerangan apakah datang ke Kronjo bareng-bareng tanpa terendus wartawan. Awalnya mereka tidak jawab, tapi untung saya bilang saya bukan wartawan, akhirnya mereka cerita juga.
Ternyata mereka baru sowan ke Syech Waliyuddin, pimpinan Pondok Pesantren Salafiyah Nahdlatul Ulum di Kronjo Tangerang. Mereka baru minta wejangan tentang pilpres. Tapi saya tidak begitu saja percaya, mengingat Syech Waliyuddin terkenal pintar meramal masa depan. Mereka pasti kebelet pengen tahu nasib mereka setelah Pemilu. Tapi lagi-lagi mereka cuma senyum.
Pada saat itu saya baru sadar Syech Waliyuddin juga ada di sana. Kesempatan bagus nih, saya konfirmasi langsung saja apakah dua capres itu datang buat tanya masa depan mereka, alias cari tahu siapa yang menang.
"Anak ini pendukung siapa? Satu atau dua?" tanya Pak Kyai.
"Saya swing voter, Pak Kyai. Belum mutusin milih siapa."
Kyai manggut-manggut.
"Sebaiknya sampeyan jangan memilih sajalah."
Bukan cuma saya yang kaget. Tim sukses kedua pihak ternyata juga kaget.
"Memangnya kenapa, Pak Kyai?"
"Selain meramal, saya juga bisa baca hati orang tho? Saya lihat mereka punya hidden agenda. Yang satu punya hubungan dengan Levenija (negara bekas Uni Soviet--red). Sudah jelas-jelas Levenija punya misi pemurtadan masal. Yang satu lagi pengin menghabisi siapa saja yang menyinggung hatinya. Caranya aku nggak tahu lah, tapi dia pasti punya kemampuan bikin 'kecelakaan wajar'."
"Tafsiran Pak Kyai salah, barangkali?" ujar saya harap-harap cemas.
"Tanya saja pada mereka langsung."
Kepala saya langsung memutar menghadap keduanya. Saya tidak mendapatkan jawaban lisan mereka. Tapi saya mendapatkan senyuman bangga mereka pada apa yang disebutkan oleh Pak Kyai.
Astaghfirullah.....
Sekarang, saya mau tanya pada pembaca. Tolong dijawab ya, sambil menulis jawabannya di notes masing-masing biar ingat.
1. Apakah saat membaca kamu sadar tidak ada foto Jokowi dan Prabowo sedang makan nasi uduk bersama?
2. Apakah kamu mengkroscek* warung jamblang Ibu Nur benar ada di belakang Makam Pangeran Jaga Lautan di Pulau Cangkir?
3. Apakah kamu mengkroscek* Pondok Pesantren Salafiyah Nahdlatul Ulum ada di Kronjo Tangerang, dan sekarang sedang dipimpin oleh Syech Waliyuddin?
4. Apakah kamu mengecek* bahwa Syech Waliyuddin memang punya keistimewaan meramal masa depan dan membaca pikiran? Bahkan, apakah kamu mengkroscek* (alm.) Syech Waliyuddin masih hidup atau sudah pupus?
5. Apakah kamu memastikan* bahwa di situs lain juga memuat berita ini sebagai penguatmu bahwa Jokowi, Prabowo, Fadli Zon, dan Muhaimin memang sedang berkumpul bersama?
6. Apakah kamu memastikan* ada negara pecahan Uni Soviet bernama Levenija?
7. Apakah kamu memerhatikan tulisan ini tidak punya titi mangsa valid yang menunjukkan kapan kisah ini terjadi?
dan paling penting....
8. Apakah kamu pecaya isi keseluruhan berita ini sebelum kamu baca 8 pertanyaan ini?
(*) lewat internet/jaringan teman
Saya tekankan di sini, kisah di atas 100% REKAYASA saya sendiri. Kenapa saya berbuat ini? Untuk menguji etiket kita semua berinternet.
Jawaban yang benar untuk nomor 1-7 adalah YA, untuk no 8 adalah TIDAK.
Kalau jawaban kamu benar semua, saya ucapkan selamat. Berarti kamu tipe yang tidak mudah percaya berita yang kamu baca. Kamu bahkan berusaha mengeceknya ke berbagai macam sumber.
Kalau jawabanmu sebagian benar, kamu masih ada keinginan mengecek kebenarannya, tapi kamu malas mengecek keseluruhannya.
Kalau jawabanmu salah semua..... Mohon maaf, Kawan, sampeyan ternyata mudah sekali percaya berita apa pun yang sampeyan baca. Bisa bahaya kalau sampeyan juga tergolong orang yang mudah nge-share berita yang menurut kalian hebat. Salah-salah, sampeyan dimanfaatkan orang untuk menyebar fitnah.
Ada dua berita yang cenderung dilahap bulat-bulat oleh orang.
1. Yang berkaitan dengan kekagumannya.
2. Yang berkaitan dengan naluri bertahan hidupnya.
1. Berita apa pun tentang idola kita sudah pasti kita terima bulat-bulat. Berita bagusnya sudah pasti, berita jeleknya tidak. Sekalipun berita jelek itu berisi kebenaran, kita akan menolaknya mentah-mentah--tapi tidak mengkrosceknya.
2. Berita tentang naluri bertahan hidup itu tentang apa ya? Itu berita tentang sesuatu yang merongrong rasa nyamanmu. Misal, kamu dengar berita di kompleks rumahmu terjadi banjir bandang. Kamu langsung percaya, kamu panik, pengen cepat pulang ke rumah, padahal kamu sudah tahu di kompleksmu tidak ada sungai.
Contoh kedua, berita tentang anakmu kecelakaan. kamu langsung panik, dan mau transfer berapa duit pun pada penelepon gelap yang pura-pura dokter yang minta biaya operasi darurat--padahal anakmu asyik-asyik aja belajar di sekolahnya.
Contoh ketiga, berita tentang anti-Islam atau anti-anti agama lainnya yang bisa merongrong keimananmu. Dengan alasan membela agama, kamu bisa gelap mata oleh berita bohong dari orang-orang yang kamu kira menjaga akhlaknya seperti dirimu.
Contoh keempat, berita tentang orang yang mungkin akan merongrong kebebasanmu. Kebebasan untuk berpikir, berfacebook ria, ber-blog ria, yang mungkin akan membawamu penjara, bahkan pada tiang gantungan, padahal belum tentu itu terjadi.
Naluri, bukan datang dari logika. Tapi sekalinya memengaruhi logika, pengaruhnya nggak hilang-hilang. Yah.... namanya juga manusia.......
Makan sahur adalah hal yang cukup menyebalkan, Bagaimana tidak, saat sedang dibuai mimpi indah di dinginnya malam. Kita dipaksa untuk bangun dan makan. Betapa tidak mengenakkannya dan betapa malasnya bangun dipagi buta seperti itu.
Meskipun tidak mengenakkan makan sahur itu perlu untuk asupan sumber energi terakhir sebelum kita berpuasa seharian penuh. Agar sahur tetap segar dan menyenangkan, mungkin tips-tips berikut ini bisa berarti bagi kita, agar sahur badan tetap segar dan bergairah.
1. Cermati Makna Makan Sahur.
Dalam hadits Nabi SAW. bersabda:
“Bersahur itu berkat maka janganlah kamu tinggalkan, walau seorang di antaramu hanya meneguk air. Kerana Allah dan para malaikatNya akan mengucapkan selawat kepada orang-orang
yang bersahur.” (Hadis Riwayat Ahmad).
Dengan sahur, kita juga tidak akan mudah merasa lemas jika dibandingkan dengan orang yang tidak sahur, bisa dibuktikan.
Nahhh... dengan mengingat itu insya Allah kita akan lebih bersemangat untuk sahur.
2. Begadang Jangan Begadang.
Ingan pesak Wak Haji Rhoma Irama. Jangan begadang !
Kurangi begadang pada saat ramadhan. ingat besok harus sahur, paling tidak kita harus bangun pukul 03.00 AM, nahhh.. mau tidur berapa jam ?
Ingat, kekurangan waktu tidur bisa menyebabkan pusing dan malas untuk bangun.
3. Niat dengan tulus untuk makan sahur.
Sesuatu jika sudah diniatkan maka akan mudah melaksanakannya. Begitu juga sahur, jika kita sudah berniat untuk bangun di pagi buta untuk sahur, maka kita pasti terbangun dengan segar. Seperti ada yang membangunkan.
Apalagi di bulan Ramadhan ini, banyak anak-anak atau pemuda yang berkeliling membangunkan orang untuk makan sahur.
4. Pasang Alarm.
Jika mempunyai alarm, sebagian besar memiliki HP dan sebagian besar HP memiliki fitur alarm. Pasanglah alarm sesuai jam keinginan kita untuk bangun.
Kalau tidak bangun juga ya kebangetan, apalagi jika alarm tersebut dipasang dekat telinga.
5. Minumlah 2 Gelas Air sebelum tidur.
Dengan meminum 2 gelar air sebelum minum bisa dipastikan anda akan bangun dengan sendirinya. Kecuali anda memakai pampers, karena dengan banyak minum bisa dipastikan anda juga butuh untuk membuangnya sebagai kotoran.
Bagi yang masih suka ngompol, makin basah kuyup tuh kalau tidak segera bangun dan ke toilet.
6. Langsung bangun, jangan ditunda.
Jika sudah terbangun, jangan segera menarik selimut karena merasa belum waktunya untuk bangun, bisa jadi karena alarm belum bernyanyi. Karena dengan menunda untuk bangun biasanya malah makin pulas tidurnya. Dan baru terbangun setelah terdengar adzan subuh yang berarti tidak jadi sahur.
Untuk itu segeralah bangun, lakukan olahraga ringan untuk merenggangkan otot, kemudian ke kamar mandi, ambil wudhu atau langsung mandi juga boleh, dijamin ngantuknya hilang.
7. Sahur dengan makanan dan minuman yang hangat.
Minumlah terlebih dahulu, karena orang yang baru bangun tidur biasanya tenggorokannya kering. Jadi minumlah untuk membasahi tenggorokan agar tidak seret waktu makan. Dan makanlah makanan yang hangat, karena makanan yang hangat lebih mengundang selera.
Selamat bersantap sahur. Semoga di akhir Ramadhan kita bisa menjadi insan yang bertaqwa.
Dalam pesta-pesta pernikahan, pesta kebun seringkali kita disuguhi makanan namun tak terlihat ada kursi, terpaksa makan sambil berdiri. Untuk menjaga kesehatan, mending singkirkan malu, ndeprok saja dilantai.
Dr. Abdurrazzaq Al-Kailani berkata: “Minum dan makan sambil duduk, lebih sehat, lebih selamat, dan lebih sopan, karena apa yang diminum atau dimakan oleh seseorang akan berjalan pada dinding usus dengan perlahan dan lembut. Adapun minum sambil berdiri, maka ia akan menyebabkan jatuhnya cairan dengan keras ke dasar usus, menabraknya dengan keras, jika hal ini terjadi berulang-ulang dalam waktu lama, maka akan menyebabkan melar dan jatuhnya usus, yang kemudian menyebabkan disfungsi pencernaan.”
Bahkan Dr. Ibrahim Al-Rawi menerangkan;
Jika manusia pada saat berdiri, ia dalam keadaan tegang. Organ keseimbangan dalam pusat syaraf sedang bekerja keras, supaya mampu mempertahankan semua otot pada tubuhnya, sehingga bisa berdiri dengan stabil dan sempurna. Hal ini merupakan kerja yang sangat teliti yang melibatkan semua susunan syaraf terpenting pada saat makan dan minum. Sehingga untuk mendapatkan ketenangan itu adalah pada saat duduk, dimana syaraf berada dalam keadaan tenang dan tidak tegang, sehingga sistem pencernaan dalam keadaan siap untuk menerima makanan dan minuman dengan tepat dan terkontrol.
Bahkan Dr. Ibrahim Al-Rawi menekankan bahwa makanan dan minuman yang disantap pada saat berdiri, bisa berdampak pada refleksi saraf yang dilakukan oleh reaksi syaraf kelana (saraf otak kesepuluh) yang banyak tersebar pada lapisan endotel yang mengelilingi usus.
Refleksi ini apabila terjadi secara keras dan tiba-tiba, bisa-bisa menyebabkan tidak berfungsinya saraf (Vagal Inhibition) yang cukup parah, untuk menghantarkan detak mematikan bagi jantung, sehingga menyebabkan pingsan atau mati mendadak.
Begitu pula makan dan minum berdiri secara terus-menerus terbilang membahayakan dinding usus dan memungkinkan terjadinya luka pada lambung. Para dokter melihat bahwa luka pada lambung 95% terjadi pada tempat-tempat yang biasa bebenturan dengan makanan atau minuman yang masuk.
Berikut ini adalah ilustrasi jika kita minum dengan cara duduk:
Air yang masuk dengan cara duduk, akan disaring oleh sfringter. Sfringter sendiri adalah suatu struktur maskuler (berotot) yang bisa membuka (sehingga air kemih bisa lewat) dan menutup. Setiap air yang kita minum akan disalurkan pada ‘pos-pos’ penyaringan yang berada di ginjal.
Nah, jika kita minum sambil berdiri, air yang kita minum tanpa disaring lagi dan Langsung menuju kandung kemih. Ketika langsung menuju kandung kemih, maka terjadilah pengendapan disaluran ureter karena banyaknya limbah-limbah yang tersisa di ureter. Inilah yang bisa menyebabkan penyakit kristal ginjal, salah satu penyakit ginjal yang berbahaya. Susah kencing adalah salah satu akibat dari minum sambil berdiri.
Begitu juga kondisi keseimbangan pada saat berdiri disertai pengerutan otot pada tenggorokan yang menghalangi jalannya makanan ke usus secara mudah, dan terkadang menyebabkan rasa sakit yang sangat yang mengganggu fungsi pencernaan, dan seseorang bisa kehilangan rasa nyaman saat makan dan minum.
Dari Anas dan Qatadah, Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya beliau melarang seseorang minum sambil berdiri. Qotadah berkata:”Bagaimana dengan makan?” Beliau menjawab: “Itu lebih buruk lagi”. (HR.Muslim dan Turmidzi)
Bersabda Nabi Muhammad SAW dari Abu Hurairah; “Jangan kalian minum sambil berdiri! Apabila kalian lupa, maka hendaknya ia muntahkan!” (HR. Muslim).
Dr. Abdurrazzaq Al-Kailani berkata: “Minum dan makan sambil duduk, lebih sehat, lebih selamat, dan lebih sopan, karena apa yang diminum atau dimakan oleh seseorang akan berjalan pada dinding usus dengan perlahan dan lembut. Adapun minum sambil berdiri, maka ia akan menyebabkan jatuhnya cairan dengan keras ke dasar usus, menabraknya dengan keras, jika hal ini terjadi berulang-ulang dalam waktu lama, maka akan menyebabkan melar dan jatuhnya usus, yang kemudian menyebabkan disfungsi pencernaan.”
Bahkan Dr. Ibrahim Al-Rawi menerangkan;
Jika manusia pada saat berdiri, ia dalam keadaan tegang. Organ keseimbangan dalam pusat syaraf sedang bekerja keras, supaya mampu mempertahankan semua otot pada tubuhnya, sehingga bisa berdiri dengan stabil dan sempurna. Hal ini merupakan kerja yang sangat teliti yang melibatkan semua susunan syaraf terpenting pada saat makan dan minum. Sehingga untuk mendapatkan ketenangan itu adalah pada saat duduk, dimana syaraf berada dalam keadaan tenang dan tidak tegang, sehingga sistem pencernaan dalam keadaan siap untuk menerima makanan dan minuman dengan tepat dan terkontrol.
Bahkan Dr. Ibrahim Al-Rawi menekankan bahwa makanan dan minuman yang disantap pada saat berdiri, bisa berdampak pada refleksi saraf yang dilakukan oleh reaksi syaraf kelana (saraf otak kesepuluh) yang banyak tersebar pada lapisan endotel yang mengelilingi usus.
Refleksi ini apabila terjadi secara keras dan tiba-tiba, bisa-bisa menyebabkan tidak berfungsinya saraf (Vagal Inhibition) yang cukup parah, untuk menghantarkan detak mematikan bagi jantung, sehingga menyebabkan pingsan atau mati mendadak.
Begitu pula makan dan minum berdiri secara terus-menerus terbilang membahayakan dinding usus dan memungkinkan terjadinya luka pada lambung. Para dokter melihat bahwa luka pada lambung 95% terjadi pada tempat-tempat yang biasa bebenturan dengan makanan atau minuman yang masuk.
Berikut ini adalah ilustrasi jika kita minum dengan cara duduk:
Air yang masuk dengan cara duduk, akan disaring oleh sfringter. Sfringter sendiri adalah suatu struktur maskuler (berotot) yang bisa membuka (sehingga air kemih bisa lewat) dan menutup. Setiap air yang kita minum akan disalurkan pada ‘pos-pos’ penyaringan yang berada di ginjal.
Nah, jika kita minum sambil berdiri, air yang kita minum tanpa disaring lagi dan Langsung menuju kandung kemih. Ketika langsung menuju kandung kemih, maka terjadilah pengendapan disaluran ureter karena banyaknya limbah-limbah yang tersisa di ureter. Inilah yang bisa menyebabkan penyakit kristal ginjal, salah satu penyakit ginjal yang berbahaya. Susah kencing adalah salah satu akibat dari minum sambil berdiri.
Begitu juga kondisi keseimbangan pada saat berdiri disertai pengerutan otot pada tenggorokan yang menghalangi jalannya makanan ke usus secara mudah, dan terkadang menyebabkan rasa sakit yang sangat yang mengganggu fungsi pencernaan, dan seseorang bisa kehilangan rasa nyaman saat makan dan minum.
Dari Anas dan Qatadah, Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya beliau melarang seseorang minum sambil berdiri. Qotadah berkata:”Bagaimana dengan makan?” Beliau menjawab: “Itu lebih buruk lagi”. (HR.Muslim dan Turmidzi)
Bersabda Nabi Muhammad SAW dari Abu Hurairah; “Jangan kalian minum sambil berdiri! Apabila kalian lupa, maka hendaknya ia muntahkan!” (HR. Muslim).

Selama ini dalam benak kita barangkali sudah tertanam sebuah sugesti kalau melakukan aktifitas gerak setelah makan akan membantu proses pencernaan. Ternyata, pemikiran tersebut salah kaprah! Pasalnya, seperti kata para pakar nutrisi, bergerak setelah makan sama sekali tidak menolong proses kerja pencernaan itu sendiri. Jadi sebenarnya tak ada gunanya untuk dilakukan. Selain itu masih ada beberapa aktifitas lain yang sebenarnya juga harus dihindari setelah kita makan. Penasaran?? Simak yang berikut ini:
1. Jangan Merokok
buat yang suka merokok monggo disimak , Banyak orang yang langsung menyambar sebatang rokok begitu usai menyantap makanan. Dan katanya? Nikmaaat luar biasa gan. Padahal hasil penelitian para ahli justru berkata sebaliknya lho. Asal tahu saja yang namanya merokok setelah makan ternyata sama saja menghisap 10 batang rokok! Tahu kan akibat buruknya? Apalagi kalau bukan meningginya resiko terserang kanker.
2. Jangan Makan Buah-buahan
Mengkonsumsi buah segar setelah makan justru akan membuat perut kembung. Pasalnya buah umumnya mengandung banyak air, karena itu akan lebih baik jika kita baru menyantap buah 1 hingga 2 jam setelah makan
3. Jangan Minum Teh
Karena daun teh-teh itu ternyata mengandung asam yang tinggi. Nah, substansi asam tersebut akan mengakibatkan kandungan protein dalam makanan yang baru saja kita santap mengalami pengerasan. Akibatnya kemudian proses kerja usus pun akan mengalami kesulitan mencerna.
4. Jangan Mengendorkan Ikat Pinggang
Anjuran untuk selalu mengencangkan ikat pinggang agaknya pas benar jika diterapkan dalam hal ini. Pasalnya jika kita melonggarkan ikat pinggang setelah makan justru akan berakibat usus kita membelit dan buntu.
5.Jangan langsung mandi
Pasalnya, mandi akan menyebabkan peningkatan aliran darah pada bagian tangan, kaki dan sebagian tubuh lainnya. Akibatnya aliran darah pada bagian perut akan menurun. Sehingga justru akan menghambat dan melemahkan sistem pencernaan dalam perut kita.
6. Jangan Jalan-jalan
Konon, jika setelah makan Langsung berjalan kaki sebanyak 100 langkah akan membuat umur panjang hingga 99 tahun. Tapi fakta yang sebenarnya justru tidak demikian. Soalnya, berjalan setelah makan akan mengakibatkan sistem pencernaan tidak dapat menyerap nutrisi dari pasokan makanan yang kita konsumsi.
7. Jangan langsung tidur
Umum, katanya, makan setelah tidur bisa membuat gemuk karena lemak akan menumpuk. Tapi tahukah Anda akibat buruk yang sebenarnya? Tidur setelah makan akan menghambat kerja pencernaan secara benar. Akibatnya lagi, lambung kita akan mengalami infeksi.

Orangtua kita seringkali menasehati tidak boleh tidur setelah makan. Apa sih sebabnya nasehat tersebut? Ketika perut kenyang kebanyakan orang akan merasa mengantuk dan tak jarang langsung tidur. Tak hanya bisa menimbun lemak, langsung tidur setelah makan bisa mengakibatkan hal buruk pada tubuh. Apa saja sih gan?
Dilansir dari Livestrong, berikut beberapa bahaya yang terjadi jika langsung tidur setelah makan, silahkan disimak :
1.Berat badan naik
Untuk menurunkan berat badan, tubuh kita harus membakar kalori lebih banyak dari kalori yang kita konsumsi. Makan larut malam sangat berbahaya karena bisa membuat tubuh menumpuk lemak lebih banyak. Jika Anda merasa lapar disaat malam hari, sebaiknya cobalah mengisi perut dengan makanan sehat seperti salad dan buah, bukan makanan tinggi kalori seperti kue atau pizza.
2.Rasa panas di dada
Pada awalnya berbaring setelah makan mungkin akan membuat Anda merasa baik, namun sementara tubuh kita beristirahat,sistem pencernaan akan bekerja keras
3.memicu terserang maag
Hal tersebut akibat dari tubuh kita mengalami kelebihan asam lambung hingga menimbulkan rasa panas yang menyebar di daerah perut serta tenggorokan.
4.Refluks asam
Gastroesophageal reflux disease (GERD) atau refluks asam terjadi akibat dari katup antara perut dan kerongkongan tidak menutup sepanjang jalan. Hal ini memungkinkan asam lambung untuk kembali ke tenggorokan, yang menyebabkan rasa seperti terbakar.
Dan yang lebih buruknya lagi, berbaring ke sisi kanan setelah makan dapat memperparah kondisi diatas.
5.Stroke
Berdasarkan hasil dari sebuah penelitian yang dilakukan di University of Ioannina Medical School di Yunani, kebiasaan tidur setelah makan disinyalir juga mampu meningkatkan resiko terserang penyakit stroke.
2 resiko pemicu stroke akibat Habis Makan langsung tidur 1.Refluks asam yang terjadi bila kita segera tidur setelah makan mungkin meningkatkan terjadinya apnea tidur atau nafas terhenti selama tidur yang bisa menyebabkan serangan stroke.
2.Stroke bisa terjadi disebabkan oleh kerasnya kerja sistem pencernaan kita yang berdampak pada meningkatnya tekanan darah, kadar gula darah dan kolesterol yang nantinya bisa memicu terjadinya stroke.
Meskipun sudah ngantuk berat, namun sebaiknya tidur setelah 2 jam sesudah makan.
jauh sebelumnya Rasulullah sudah memperingatkan jangan tidur setelah makan

