Showing posts with label pernikahan. Show all posts
Siapa yang tidak kenal dengan bakso atau baso? Makanan yang terbuat dari campuran daging giling dan tepung tapioka ini dikenal di berbagai penjuru dunia. Inovasi terhadap makanan ini pun dikenal cukup berbeda-beda di setiap negara, mulai dari penyajian dan tentunya rasanya. Di Indonesia, biasanya bakso disajikan dengan mi atau bihun serta kuah kaldu.
Kottbullar
Bakso khas Swedia ditumis dan dilapisi saus yang dibuat dari susu dan tepung dicampur dengan kentang
Tsukene
Bakso panggang dikecapin dan diberi wijen
Bo Vien
Bakso disajikan dengan sup
Lion Head
Bakso dicampur dengan kuah chesnut dan kubis rebus
Chiftele
Bakso dicampur kentang kemudian digoreng dan dibubuhi jintan, disajikan dengan saus tomat atau saus cabe
Bitterballen
Bakso digoreng dengan tepung dan disajikan dengan saus khusus yang dibuat dari abon sapi
Pulpety
Bakso yang dimasak dengan bumbu sayuran yang lebut, terus disajikan dengan jamur dan krim asam
Konigsbeger Klopse
Bakso yang disajikan dengan kuah mentega dan kentang
Italian Meatball
Bakso yang disajikan dengan spagetti
Polpette
Bakso yang disajikan dengan keju
Frikadeller
Bakso disajikan dengan sandwich
Albondigas
Bakso yang berisi telur, direbus dengan berbagai saus, dari saus tomat sampai saus almond tergantung selera.
Faggots
Bakso yang disajikan dengan hati dan diberi kacang-kacangan
Keftedes
Bakso disajikan dengan roti basah dan bawang putih kemudian digoreng renyah, dimakan dengan nasi atau saus tomat
Itulah menu-menu berbahan dasar bakso yang bisa meramaikan menu warung bakso anda, Bisa juga untuk sajian dalam hidangan tambahan saat resepsi atau pesta.
Fakta-Fakta Menarik Tentang Kelamin Wanita
Thursday, October 31, 2013
Tag :
bersetubuh,
kesehatan,
organ vital,
orgasme,
pendidikan,
pernikahan,
sehat,
seks,
sma,
wanita,
wawasan
Inilah 9 Fakta Menarik Tentang Kelamin Wanita. Membicarakan soal alat kelamin memang tak bisa dilakukan dengan mudah. Terutama dengan kebudayaan Indonesia yang cenderung masih menganggap hal demikian tabu. Namun bukan berarti kamu tak mengetahui sama sekali bukan?
Dalam kehidupan dewasa, pemahaman terhadap alat kelamin diperlukan demi kelangsungan hidup manusia. Pembelajaran sederhana mengenai hal tersebut mungkin sudah kamu lakukan saat duduk di bangku SMA. Semakin bertambahnya usia dan pemikiran kamu, pengetahuan soal area pribadi manusia adalah hal yang wajib diketahui secara cerdas.
Bukan untuk berpikiran negatif yang mengarah seks, namun pengetahuan seperti itu diperlukan untuk mencegah penyakit dan kehidupan berumah tangga. Seperti apa ya fakta-fakta unik soal alat kelamin perempuan? Simak berikut, dan pelajari bersama!
1. Ada 8.000 Urat Syaraf
Apa yang disebut dengan alat kelamin wanita (vagina = Miss V) sebetulnya terdiri dari beberapa bagian. Jika kamu masih bisa mengingat pelajaran Biologi, salah satu bagian Miss V adalah klitoris yang merupakan organ khusus untuk perempuan saat berhubungan seks dan rupanya mengandung 8.000 ujung syaraf. Dan tahukah kamu kalau syaraf yang ada di klitoris jauh lebih banyak daripada yang ada di ujung alat kelamin pria yang hanya terdiri dari 3.500 syaraf. Tapi tenang saja, kaum pria masih menang dengan jumlah keseluruhan syaraf di alat kelaminnya sebesar 24.000.
2. Alat Kelamin Wanita Mirip Hiu
Untungnya kesamaan di sini bukanlah sama-sama memiliki gigi. Namun karena memiliki sebuah senyawa yang disebut dengan squalane. Zat tersebut ditemukan juga dalam hati hiu yang jika dalam Miss V digunakan sebagai cairan pelumas. Disebutkan saat perempuan terangsang, maka akan ada pelebaran di bagian klitoris sampai saluran kelamin untuk jalan sel sperma menuju sel telur. Hmm, sebuah rahasia yang menarik ya!
3. Bisa Melebar Sampai 200%
Meskipun tidak ada ukuran standar untuk ukuran Miss V, namun rata-rata adalah lebar sekitar 7,6 cm dan dalam 8,8 cm. Tapi tahukah kamu kalau Miss V bisa melebar sampai 200% dari ukuran aslinya? Karena itu sel sperma yang bertemu dengan sel telur dan berhasil dibuahi bisa menjadi bayi yang berkembang selama 9 bulan. Tapi rupanya faktor seperti usia, berat badan, dan merokok bisa mempengaruhi ukuran Miss V. Hati-hati ya girls!
4. Letak G-Spot
Hal yang paling rahasia dari seorang manusia mungkin adalah letak G-Spot. Ya, untuk kamu yang sudah menikah, mengetahui posisi G-Spot sangat penting yang bisa berpengaruh pada kehidupan seksual suami istri. Sebuah informasi untuk pasangan yang sudah menikah, bahwa rupanya G-Spot inilah yang bertanggung jawab atas orgasme yang intens dan lebih kuat daripada klitoris dan dia berada di dalam Miss V. Bagaimana cara menemukannya? Bisa kamu temukan kalau kamu sudah menikah nanti.
5. Ternyata Bisa Dilatih
Pada tahun 1948, seorang pria bernama Arnold Kegel mengubah kehidupan perempuan selamanya ketika dia menerbitkan sebuah latihan dasar panggul yang disebut dengan latihan Kegel dan berguna untuk memperkuat otot-otot dasar panggul. Latihan ini berguna bagi perempuan untuk mengatasi saat melahirkan, mencegah infeksi saluran kencing, sampai meningkatkan kegiatan seksual. Bagiamana cara melakukannya? Cobalah untuk menghentikan aliran urin (air kencing) saat buang air kecil. Metode lain adalah memasukkan satu jari ke dalam Miss V lalu tekan otot-otot di sekitar jari dan kamu akan mengalami sebuah sensai di mana otot mengencang sebelum kamu membuat rileks lagi otot tersebut.
6. Jangan Dicuci!
Bukan berarti jangan dicuci itu adalah mengajak kamu untuk hidup kotor, namun jangan sembarangan membasuh Miss V dengan sabun yang memiliki unsur kimia keras. Miss V memang penuh bakteri, namun bakteri itu baik untuk membuat seorang perempuan menjadi sehat. Dan istimewanya Miss V bisa membersihkan dirinya sendiri. Miss V memiliki tingkat pH sekitar 4 dan itu yang membuatnya harus dibersihkan dengan cairan setingkah pH di sana.
7. Jangan Dicukur?
Salah satu rahasia terbesar adalah mengapa adanya rambut di alat kelamin manusia? Menurut ilmu pengetahuan, hal itu digunakan sebagai perangkap feromon (bau yang khas keluar saat berhubungan seksual). Tapi faktanya, terutama di era modern cukup banyak perempuan yang menghilangkan rambut di area alat kelamin. Ya, semua tergantung pada pendapat setiap orang bukan? Yang pasti tetap jaga kebersihan.
Tapi dalam agama Islam itu merupakan sunnah. Rasulullah Muhammad SAW bersabda “ Lima Hal yang termasuk sunnah fitrah adalah,
Mencukur bulu kemaluan, Berkhitan, Memendekkan kumis atau merapikan bulu
kumis, Mencabut bulu ketiak, Memotong kuku “ ( HR. Jama’ah ). Karena sekitar area kemaluan kita akan bersih ( Islam mencintai kebersihan ),
Dapat mengurangi timbulnya bau yang tidak sedap diarea kemaluan.
Ketika hubungan bersenggama dilakukan dengan pasangan akan terasa nyaman.
8. Film Kartun Alat Kelamin Wanita
Tahukah kamu kalau film pertama yang berbicara mengenai alat kelamin perempuan adalah kartun yang dibuat oleh Walt Disney! Pada tahun 1946, Disney dimintai tolong oleh perusahaan Cello-Cotton untuk membuat film berjudul Kisah Menstruasi dan menyebutkan Miss V untuk kali pertama. Film ini memang tak pernah dirilis di bioskop, namun dilihat oleh 150 juta pelajar Amerika dengan sasaran para gadis remaja agar membeli produk mereka.
Banyaknya yang melaksanakan hajatan di bulan Oktober ini membuatku juga banyak pergi kondangan. Hampir tiap 3 hari sekali ada undangan (resiko banyak kenalan), tapi tak mengapa ... bukannya banyak kawan banyak rejeki ? bagi yang mau hajatan bisa melihat model surat undangan disini. Meski efek samping dari banyaknya kondangan tersebut kolesterol naik dan berat badan nambah.
Ada yang undangan sunatan, ada undangan ulang tahun (anak dan istriku berulang tahun dibulan oktober juga) ada undangan pernikahan, bahkan ada undangan rapat RT eh ngapain dibawa-bawa.
Setelah dihitung-hitung ternyata mayoritas undangan yang datang berupa undangan pernikahan. berbeda dengan bulan juni dan juli yang kebanyakan undangan sunatan. Setelah secara mendadak menjadi tukang survey, ngobrol-ngobrol dengan sesama tamu undangan yang lain, akhirnya bisa disimpulkan ada beberapa faktor yang mempengaruhi hujan undangan pernikahan di bulan oktober.
Berbeda dengan jawaban yang kompak pas kondangan sunatan yang 99% menyatakan alasan utamanya adalah liburan panjang sehingga sunatan dilangsungkan dibulan tersebut sekalian acara reuni orang tuanya, maka untuk kasus pernikahan ini banyak faktor pendukungnya.
Faktor yang mendukung antara lain :
1.Bulan Oktober Bulan Galau
Bulan Oktober adalah bulan galau. Lah kok bulan galau, ya karena bulan oktober bulan pergantian musim, dari musim panas ke musim hujan. Nikah pas musim hujan kan jadi dingin dingin empuk *if you know what I mean*. Mungkin karena akhir2 ini penghangat ruangan naik harganya di sebabkan kenaikan nilai tukar dolar ke rupiah, jadi mereka mencari penghangat yang alami *hasyaahhh…
Bulan Oktober adalah bulan galau. Lah kok bulan galau, ya karena bulan oktober bulan pergantian musim, dari musim panas ke musim hujan. Nikah pas musim hujan kan jadi dingin dingin empuk *if you know what I mean*. Mungkin karena akhir2 ini penghangat ruangan naik harganya di sebabkan kenaikan nilai tukar dolar ke rupiah, jadi mereka mencari penghangat yang alami *hasyaahhh…
2.Libur panjang
Karena bertepatan dengan idul adha, jadi ada jeda waktu libur panjang. Antara tanggal 12-15 Oktober 2013, kan lumayan tuh cukup buat nikah. Tanggal 12 nikah 13 malam pertama 14 bulan madu 15 idul adha. Hayo ada yang kondangan tanggal 12? Aku kondangan di tanggal segitu, biasanya PNS tuh yang nikah tanggal segitu, ya kan mereka kerja cuma sampai hari jum’at. Ya tidak menutup kemungkinan pekerjaan yang lain juga.
Karena bertepatan dengan idul adha, jadi ada jeda waktu libur panjang. Antara tanggal 12-15 Oktober 2013, kan lumayan tuh cukup buat nikah. Tanggal 12 nikah 13 malam pertama 14 bulan madu 15 idul adha. Hayo ada yang kondangan tanggal 12? Aku kondangan di tanggal segitu, biasanya PNS tuh yang nikah tanggal segitu, ya kan mereka kerja cuma sampai hari jum’at. Ya tidak menutup kemungkinan pekerjaan yang lain juga.
Selain karena faktor harpitnas tadi ada juga yang karena alasan liburan panjang di bulan juni-juli. Karena liburan panjang para pelajar sementara orang tuanya ga dapet liburan panjang. Akhirnya keasyikan pacaran hingga kebablasan, pas sadar di bulan september, mau ga mau untuk meredam rasa malu oktober digelar pesta.
3.Mudah di Ingat dan Banyak yg Merayakan
Tanggal 28 kan hari Sumpah Pemuda tuh, kan lumayan nebeng biar gampang di inget, yg ngerayain juga banyak. Kan kalau suatu saat ada yg tanya “hey bro, kapan kamu nikah” | “itu bro, waktu hari Sumpah Pemuda” | “la emangnya tanggal berapa tu?” | “sek sek…ku cari di google dulu bentar!!” . Tuh kan, kalaupun lupa tanggal nikah tinggal cari di google tar ketemu
Tanggal 28 kan hari Sumpah Pemuda tuh, kan lumayan nebeng biar gampang di inget, yg ngerayain juga banyak. Kan kalau suatu saat ada yg tanya “hey bro, kapan kamu nikah” | “itu bro, waktu hari Sumpah Pemuda” | “la emangnya tanggal berapa tu?” | “sek sek…ku cari di google dulu bentar!!” . Tuh kan, kalaupun lupa tanggal nikah tinggal cari di google tar ketemu
4.Banyak yg jadian dibulan Oktober
Karena bulan oktober banyak kondangan, akhirnya di kondangan itu sendiri banyak jodoh yg dipertemukan, efek dominopun berlanjut. Dengan alasan biar gak ribet ngapalin tanggal jadi mereka biasanya menikah di bulan yg sama saat mereka pertama kali bertemu. Sapa yang ketemu jodoh pas kondangan ? ayo ... cung ...
Karena bulan oktober banyak kondangan, akhirnya di kondangan itu sendiri banyak jodoh yg dipertemukan, efek dominopun berlanjut. Dengan alasan biar gak ribet ngapalin tanggal jadi mereka biasanya menikah di bulan yg sama saat mereka pertama kali bertemu. Sapa yang ketemu jodoh pas kondangan ? ayo ... cung ...
5. Bertepatan Bulan Dzulhijah
karena bertepatan dengan bulan dzulhijjah, katanya bagus buat melakukan hajatan. Pada dasarnya semua bulan bagus kok buat melangsungkan pernikahan asal dengan niatan yang baik. Bukan karena alasan si otong udah keburu nyoblos duluan *kebetulan di tempat aku lagi ada pilkada*
karena bertepatan dengan bulan dzulhijjah, katanya bagus buat melakukan hajatan. Pada dasarnya semua bulan bagus kok buat melangsungkan pernikahan asal dengan niatan yang baik. Bukan karena alasan si otong udah keburu nyoblos duluan *kebetulan di tempat aku lagi ada pilkada*
Buat yang baru menikah di bulan oktober ini jangan lupa mampir kesini untuk nambah pengetahuan.
Saya sedang browsing di internet menemukan sebuah kajian tentang usia saat Aisyah menikah dengan Rasulullah, yang mengatakan bahwa Aisyah tidak menikah dengan Rasulullah saat berusia 6 tahun. Dengan alasan sebagai berikut :
1: PENGUJIAN TERHADAP SUMBER
Sebagaian besar riwayat yang menceritakan hal ini yang tercetak di hadist yang semuanya diriwayatkan hanya oleh Hisham ibn `Urwah, yang mencatat atas otoritas dari Bapaknya, Yang mana seharusnya minimal 2 atau 3 orang harus mencatat hadist serupa juga. Adalah aneh bahwa tak ada seorangpun yang di Medinah, dimana Hisham ibn `Urwah tinggal, sampai usia 71 tahun baru
menceritakan hal ini, disamping kenyataan adanya banyak murid-murid di Medinah termasuk yang kesohor Malik ibn Anas, tidak menceritakan hal ini. Asal dari riwayat ini adalah dari orang-orang Iraq, dimana Hisham tinggal disana dan pindah dari Medinah ke Iraq pada usia tua.
Tehzibu’l-Tehzib, salah satu buku yang cukup terkenal yang berisi catatan para periwayat hadist, menurut Yaqub ibn Shaibah mencatat : ” Hisham sangat bisa dipercaya, riwayatnya dapat diterima, kecuali apa-apa yang dia ceritakan setelah pindah ke Iraq ” (Tehzi’bu’l-tehzi’b, Ibn Hajar Al-`asqala’ni, Dar Ihya al-turath al-Islami, 15th century. Vol 11, p.50).
Dalam pernyataan lebih lanjut bahwa Malik ibn Anas menolak riwayat Hisham yang dicatat dari orang-orangIraq: ” Saya pernah dikasih tahu bahwa Malik menolak riwayat Hisham yang dicatat dari orang-orang Iraq” Tehzi’b u’l-tehzi’b, IbnHajar Al- `asqala’ni, Dar Ihya al-turath al-Islami, Vol.11, p. 50).
Mizanu’l-ai`tidal, buku lain yang berisi uraian riwayat hidup pada periwayat hadist Nabi saw mencatat: “Ketika masa tua, ingatan Hisham mengalami kemunduran yang mencolok” (Mizanu’l-ai`tidal, Al-Zahbi, Al-Maktabatu’l athriyyah, Sheikhupura, Pakistan, Vol. 4, p. 301).
KESIMPULAN: berdasarkan referensi ini, Ingatan Hisham sangatlah jelek dan riwayatnya setelah pindha ke Iraq sangat tidak bisa dipercaya, sehingga riwayatnya mengenai umur pernikahan Aisyah adalah tidak kredibel.
KRONOLOGI: Adalah vital untuk mencatat dan mengingat tanggal penting dalam sejarah Islam:
pra-610 M: Jahiliya (pra-Islamic era) sebelum turun wahyu
610 M: turun wahyu pertama Abu Bakar menerima Islam
613 M: Nabi Muhammad mulai mengajar ke Masyarakat
615 M: Hijrah ke Abyssinia.
616 M: Umar bin al Khattab menerima Islam.
620 M: dikatakan Nabi meminang Aisyah
622 M: Hijrah ke Yathrib, kemudian dinamai Medina
623/624 M: dikatakan Nabi saw berumah tangga dengan Aisyah
2: MEMINANG
Menurut Tabari (juga menurut Hisham ibn `Urwah, Ibn Hunbal and Ibn Sad), Aisyah dipinang pada usia 7 tahun dan mulai berumah tangga pada usia 9 tahun.
Tetapi, di bagian lain, Al-Tabari mengatakan: “Semua anak Abu Bakr (4 orang) dilahirkan pada masa jahiliyah dari 2 isterinya ” (Tarikhu’l-umam wa’l-mamlu’k, Al-Tabari (died 922), Vol. 4,p. 50, Arabic, Dara’l-fikr, Beirut, 1979).
Jika Aisyah dipinang 620M (Aisyah umur 7 tahun) dan berumah tangga tahun 623/624 M (usia 9 tahun), ini mengindikasikan bahwa Aisyah dilahirkan pada 613 M. Sehingga berdasarkan tulisan Al- Tabari, Aisyah seharusnya dilahirkan pada 613M, Yaitu 3 tahun sesudah masa jahiliyah usai (610 M).
Tabari juga menyatakan bahwa Aisyah dilahirkan pada saat jahiliyah. Jika Aisyah dilahirkan pada era Jahiliyah, seharusnya minimal Aisyah berumur 14 tahun ketika dinikah. Tetapi intinya Tabari mengalami kontradiksi dalam periwayatannya.
KESIMPULAN: Al-Tabari tak reliable mengenai umur Aisyah ketika menikah.
3: Umur Aisyah jika dihubungkan dengan umur Fatimah
Menurut Ibn Hajar, “Fatima dilahirkan ketika Ka`bah dibangun kembali, ketika Nabi saw berusia 35 tahun… Fatimah 5 tahun lebih tua dari Aisyah ” (Al-isabah fi tamyizi’l-sahabah, Ibn Hajar al-Asqalani, Vol. 4, p. 377, Maktabatu’l-Riyadh al-haditha, al-Riyadh,1978).
Jika Statement Ibn Hajar adalah factual, berarti Aisyah dilahirkan ketika Nabi berusia 40 tahun. Jika Aisyah dinikahi Nabi pada saat usia Nabi 52 tahun, maka usia Aisyah ketika menikah adalah 12 tahun.
KESIMPULAN: Ibn Hajar, Tabari, Ibn Hisham, dan Ibn Humbal kontradiksi satu sama lain. Tetapi tampak nyata bahwa riwayat Aisyah menikah usia 7 tahun adalah mitos tak berdasar.
4: Umur Aisyah dihitung dari umur Asma’
Menurut Abda’l-Rahman ibn abi zanna’d: “Asma lebih tua 10 tahun dibanding Aisyah (Siyar A`la’ma’l-nubala’, Al-Zahabi, Vol. 2, p. 289, Arabic, Mu’assasatu’l-risalah, Beirut, 1992).
Menurut Ibn Kathir: “Asma lebih tua 10 tahun dari adiknya [Aisyah]” (Al-Bidayah wa’l-nihayah, IbnKathir, Vol. 8, p. 371,Dar al-fikr al-`arabi, Al-jizah, 1933).
Menurut Ibn Kathir: “Asma melihat pembunuhan anaknya pada tahun 73 H, dan 5 hari kemudian Asma meninggal. Menurut iwayat lainya, dia meninggal 10 atau 20 hari kemudian, atau bebrapa hari lebih dari 20 hari, atau 100 hari kemudian. Riwayat yang paling kuat adalah 100 hari kemudian. Pada waktu Asma Meninggal, dia berusia 100 tahun” (Al-Bidayah wa’l-nihayah, Ibn Kathir, Vol. 8, p. 372, Dar al-fikr al-`arabi, Al- jizah, 1933)
Menurut Ibn Hajar Al-Asqalani: “Asma hidup sampai 100 tahun dan meninggal pada 73 or 74 H.” (Taqribu’l-tehzib, Ibn Hajar Al-Asqalani,p. 654, Arabic, Bab fi’l-nisa’, al-harfu’l-alif, Lucknow).
Menurut sebagaian besar ahli sejarah, Asma, Saudara tertua dari Aisyah berselisuh usia 10 tahun. Jika Asma wafat pada usia 100 tahun dia tahun 73 H, Asma seharusnya berusia 27 atau 28 tahun ketika hijrah (622M).
Jika Asma berusia 27 atau 28 tahun ketika hijrah (ketika Aisyah berumah tangga), Aisyah seharusnya berusia 17 atau 18 tahun. Jadi, Aisyah, berusia 17 atau 18 tahun ketika hijrah pada taun dimana Aisyah berumah tangga.
Berdasarkan Hajar, Ibn Katir, and Abda’l-Rahman ibn abi zanna’d, usia Aisyah ketika beliau berumah tangga dengan Rasulullah adalah 19 atau 20 tahun.
Dalam no 3, Ibn Hajar memperkirakan usia Aisyah 12 tahun dan dalam no 4 Ibn Hajar mengkontradiksi dirinya sendiri dengan pernyataannya usia Aisyah 17 atau 18 tahun. Jadi mana usia yang benar ? 12 atau 18..?
KESIMPULAN: Ibn Hajar tidak valid dalam periwayatan usia Aisyah.
5: Perang BADAR dan UHUD
Sebuah riwayat mengenai partisipasi Aisyah dalam perang Badr dijabarkan dalam hadist Muslim, (Kitabu’l-jihad wa’l-siyar, Bab karahiyati’l-isti`anah fi’l-ghazwi bikafir). Aisyah, ketika menceritakan salah satu moment penting dalam perjalanan selama perang Badar, mengatakan: “ketika kita mencapai Shajarah”. Dari pernyataan ini tampak jelas, Aisyah merupakan anggota perjalanan menuju Badar. Sebuah riwayat mengenai pastisipasi Aisyah dalam Uhud tercatat dalam Bukhari (Kitabu’l-jihad wa’l-siyar, Bab Ghazwi’l-nisa’ wa qitalihinnama`a’lrijal): “Anas mencatat bahwa pada hari Uhud, Orang-orang tidak dapat berdiri dekat Rasulullah. [pada hari itu,] Saya melihat Aisyah dan Umm-i-Sulaim dari jauh, Mereka menyingsingkan sedikit pakaian-nya [untuk mencegah halangan gerak dalam perjalanan tsb].”
Lagi-lagi, hal ini menunjukkan bahwa Aisyah ikut berada dalam perang Uhud and Badr.
Diriwayatkan oleh Bukhari (Kitabu’l-maghazi, Bab Ghazwati’l-khandaq wa hiya’l-ahza’b): “Ibn `Umar menyatakan bahwa Rasulullah tidak mengijinkan dirinya berpastisispasi dalam Uhud, pada ketika itu, Ibnu Umar berusia 14 tahun. Tetapi ketika perang Khandaq, ketika berusia 15 tahun, Nabi mengijinkan Ibnu Umar ikut dalam perang tsb.”
Berdasarkan riwayat diatas, (a) anak-anak berusia dibawah 15 tahun akan dipulangkan dan tidak diperbolehkan ikut dalam perangm, dan (b) Aisyah ikut dalam perang badar dan Uhud
KESIMPULAN: Aisyah ikut dalam perang Badar dan Uhud jelas mengindikasikan bahwa beliau tidak berusia 9 tahun ketika itu, tetapi minimal berusia 15 tahun. Disamping itu, wanita-wanita yang ikut menemani para pria dalam perang sudah seharusnya berfungsi untuk membantu, bukan untuk menambah beban bagi mereka. Ini merupakan bukti lain dari kontradiksi usia pernikahan Aisyah.
6: Surat al-Qamar (Bulan)
Menurut beberapa riwayat, Aisyah dilahirkan pada tahun ke delapan sebelum hijriyah. Tetapi menurut sumber lain dalam Bukhari, Aisyah tercatat mengatakan hal ini: “Saya seorang gadis muda (jariyah dalam bahasa arab)” ketika Surah Al-Qamar diturunkan(Sahih Bukhari, kitabu’l-tafsir, Bab Qaulihi Bal al-sa`atu Maw`iduhum wa’l-sa`atu adha’ wa amarr).
Surat 54 dari Quran diturunkan pada tahun ke delapan sebelum hijriyah(The Bounteous Koran, M.M. Khatib, 1985), menunjukkan bahwa surat tsb diturunkan pada tahun 614 M. jika Aisyah memulai berumahtangga dengan Rasulullah pada usia 9 di tahun 623 M or 624 M, Aisyah masih bayi yang baru lahir (sibyah in Arabic) pada saat Surah Al-Qamar diturunkan. Menurut riwayat diatas, secara aktual tampak bahwa Aisyah adalah gadis muda, bukan bayi yang baru lahir ketika pewahyuan Al-Qamar. Jariyah berarti gadis muda yang masih suka bermain (Lane’s Arabic English Lexicon). Jadi, Aisyah, telah menjadi jariyah bukan sibyah (bayi), jadi telah berusia 6-13 tahun pada saat turunnya surah Al-Qamar, dan oleh karean itu sudah pasti berusia 14-21 tahun ketika dinikah Nabi.
KESIMPULAN: riwayat ini juga mengkontra riwayat pernikahan Aisyah yang berusia 9 tahun.
7: Terminologi bahasa Arab
Menurut riwayat dari Ahmad ibn Hanbal, sesudah meninggalnya isteri pertama Rasulullah, Khadijah, Khaulah datang kepada Nabi dan menasehati Nabi untuk menikah lagi, Nabi bertanya kepada nya ttg pilihan yang ada di pikiran Khaulah. Khaulah berkata: “Anda dapat menikahi seorang gadis (bikr) atau seorang wanita yang pernah menikah (thayyib)”. Ketika Nabi bertanya ttg identitas gadis tsb (bikr), Khaulah menyebutkan nama Aisyah.
Bagi orang yang paham bahasa Arab akan segera melihat bahwa kata bikr dalam bahasa Arab tidak digunakan untuk gadis belia berusia 9 tahun. Kata yang tepat untuk gadis belia yangmasih suka bermain-main adalah, seperti dinyatakan dimuka, adalah jariyah. Bikr disisi lain, digunakan untuk seorang wanita yang belum menikah serta belum punya pertautan pengalaman dengan pernikahan, sebagaiaman kita pahami dalam bahasa Inggris “virgin”. Oleh karean itu, tampak jelas bahwa gadis belia 9 tahun bukanlah “wanita” (bikr) (Musnad Ahmad ibn Hanbal, Vol. 6, p. .210,Arabic, Dar Ihya al-turath al-`arabi, Beirut).
Kesimpulan: Arti literal dari kata, bikr (gadis), dalam hadist diatas adalah “wanita dewasa yang belum punya pengalaman sexual dalam pernikahan.” Oleh karean itu, Aisyah adalah seorang wanita dewasa pada waktu menikahnya.
8. Text Qur’an
Seluruh muslim setuju bahwa Quran adalah buku petunjuk. Jadi, kita perlu mencari petunjuk dari Qur’an untuk membersihkan kabut kebingungan yang diciptakan oleh para periwayat pada periode klasik Islam mengenai usia Aisyah dan pernikahannya. Apakah Quran mengijinkan atau melarang pernikahan dari gadis belia berusia 7 tahun?
Tak ada ayat yang secara eksplisit mengijinkan pernikahan seperti itu. Ada sebuah ayat , yang bagaimanapun, yang menuntun muslim dalam mendidik dan memperlakukan anak yatim. Petunjuk Qur’an mengenai perlakuan anak Yatim juga valid doaplikasikan ada anak kita sendiri sendiri. Ayat tsb mengatakan :
Dan janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum sempurna akalnya, harta (mereka yang ada dalam kekuasaanmu) yang dijadikan Allah sebagai pokok kehidupan. Berilah mereka belanja dan pakaian (dari hasil harta itu) dan ucapkanlah kepada mereka kata-kata yang baik. (Qs. 4:5)
Dan ujilah anak yatim itu sampai mereka cukup umur untuk menikah.. Kemudian jika menurut pendapatmu mereka telah cerdas (pandai memelihara harta), maka serahkanlah kepada mereka harta-hartanya. ?? (Qs. 4:6)
Dalam hal seorang anak yang ditingal orang tuanya, Seorang muslim diperintahkan untuk (a) memberi makan mereka, (b) memberi pakaian, (c) mendidik mereka, dan (d) menguji mereka thd kedewasaan “sampai usia menikah” sebelum mempercayakan mereka dalam pengelolaan keuangan.
Disini, ayat Qur’an menyatakan ttg butuhnya bukti yang teliti terhadap tingkat kedewasaan intelektual dan fisik melalui hasil test yang objektif sebelum memasuki usia nikah dan untuk mempercayakan pengelolaan harta-harta kepada mereka.
Dalam ayat yang sangat jelas diatas, tidak ada seorangpun dari muslim yang bertanggungjawab akan melakukan pengalihan pengelolaan keuangan pada seorang gadis belia berusia 7 tahun. Jika kita tidak bisa mempercayai gadis belia berusia 7 tahun dalam pengelolaan keuangan, Gadis tsb secara tidak memenuhi syarat secara intelektual maupun fisik untuk menikah. Ibn Hambal (Musnad Ahmad ibn Hambal, vol.6, p. 33 and 99) menyatakan bahwa Aisyah yang berusia 9 tahun lebih tertarik untuk bermain dengan mainannya daripada
mengambi tugas sebagai isteri. Oleh karean itu sangatlah sulit untuk empercayai, bahwa AbuBakar,seorang tokoh muslim, akan menunangkan anaknya yang masih belia berusia 7 taun dengan Nabi yang berusia 50 tahun.. Sama sulitnya untuk membayangkan bahwa Nabi menikahi seorang gadis belia berusia 7 tahun.
Sebuah tugas penting lain dalam menjaga anak adalah mendidiknya. Marilah kita memunculkan sebuah pertanyaan,” berapa banyak di antara kita yang percaya bahwa kita dapat mendidik anak kita dengan hasil memuaskan sebelum mereka mencapai usia 7 atau 9 tahun?” Jawabannya adalah Nol besar. Logika kita berkata, adalah tidak mungkin tugas mendidik anak kita dengan memuaskan sebelum mereka mencapai usia 7 tahun, lalu bagaimana mana mungkin kita percaya bahwa Aisyah telah dididik secara sempurna pada usia 7 tahun seperti diklaim sebagai usia pernikahannya?
Abu Bakar merupakan seorang yang jauh lebih bijaksana dari kita semua, Jadi dia akan merasa dalam hatinya bahwa Aisyah masih seorang anak-anak yang belum secara sempurna sebagaimana dinyatakan Qur’an. Abu Bakar tidak akan menikahkan Aisyah kepada seorangpun. Jika sebuah proposal pernikahan dari gadis belia dan belum terdidik secara memuaskan datang kepada Nabi, Beliau akan menolak dengan tegas karean itu menentang hukum-hukum Quran.
Kesimpulan: Pernikahan Aisyah pada usia 7 tahun akan menentang hukum kedewasaan yang dinyatakan Quran. Oleh karean itu, Cerita pernikahan Aisyah gadis belia berusia 7 tahun adalah mitos semata.
9: Ijin dalam pernikahan
Seorang wanita harus ditanya dan diminta persetujuan agar pernikahan yang dia lakukan menjadi syah (Mishakat al Masabiah, translation by James Robson, Vol. I, p. 665). Secara Islami, persetujuan yang kredible dari seorang wanita merupakan syarat dasar bagi kesyahan sebuah pernikahan.
Dengan mengembangkan kondisi logis ini, persetujuan yang diberikan oleh gadis belum dewasa berusia 7 tahun tidak dapat diautorisasi sebagai validitas sebuah pernikahan.
Adalah tidak terbayangkan bahwa AbuBakr, seorang laki-laki yang cerdas, akan berpikir dan mananggapi secara keras ttg persetujuan pernikahan gadis 7 tahun
(anaknya sendiri) dengan seorang laki-laki berusia 50 tahun.
Serupa dengan ini, Nabi tidak mungkin menerima persetujuan dari seorang gadis yang menurut hadith dari Muslim, masih suka bermain-main dengan bonekanya ketika berumah tangga dengan Rasulullah.
KESIMPULAN: Rasulullah tidak menikahi gadis berusia 7 tahun karena akan tidak memenuhi syarat dasar sebuah pernikahan islami ttg klausa persetujuan dari pihak isteri. Oleh karean itu, hanya ada satu kemungkinan Nabi menikahi Aisyah seorang wanita yang dewasa secara intelektual maupun fisik.
SUMMARY
Tidak ada tradisi Arab untuk menikahkan anak perempuan atau laki-laki yang berusia 9 tahun, Demikian juga tidak ada pernikahan Rasulullah saw dan Aisyah ketika berusia 9 tahun. Orang-orang arab tidak pernah keberatan dengan pernikahan seperti ini, karean ini tak pernah terjadi sebagaimana isi beberapa riwayat.
Jelas nyata, riwayat pernikahan Aisyah pada usia 9 tahun oleh Hisham ibn `Urwah tidak bisa dianggap sebagai kebenaran, dan kontradisksi dengan riwayat-riwayat lain. Lebih jauh, tidak ada alasan yang nyata untuk menerima riwayat Hisham ibn `Urwah sebagai kebenaran ketika para pakar lain, termasuk Malik ibn Anas, melihat riwayat Hisham ibn `Urwah selama di Iraq adalah tidak reliable. Pernyataan dari Tabari, Bukhari dan Muslim menunjukkan mereka kontradiksi satu sama lain mengenai usia menikah bagi Aisyah. Lebih jauh, beberapa pakar periwayat mengalami internal kontradiksi dengan riwayat-riwayatnya sendiri. Jadi, riwayat usia Aisyah 9 tahun ketika menikah adalah tidak reliable karean adanya kontradiksi yang nyata pada catatan klasik dari pakar sejarah Islam.
Oleh karean itu, tidak ada alasan absolut untuk menerima dan mempercayai usia Aisyah 9 tahun ketika menikah sebagai sebuah kebenaran disebabkan cukup banyak latar belakang untuk menolak riwayat tsb dan lebih layak disebut sebagai mitos semata. Lebih jauh, Qur’an menolak pernikahan gadis dan lelaki yang belum dewasa sebagaimana tidak layak membebankan kepada mereka tanggung jawab-tanggung jawab.
Namun karena saya penasaran maka saya mencari informasi lain, san menemukan sebagai berikut :
adanya pengakuan pelaku pernikahan itu sendiri yaitu 'Aisyah radhiyallaahu 'anha yang mengatakan tentang pernikahan beliau :
تَزَوَّجَنِي النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَنَا بِنْتُ سِتِّ سِنِينَ
(Shahih al-Bukhari 5/55 no.3894 bab Pernikahan Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam dengan 'Aisyah radhiyallaahu 'anha)
Dan dari 'Urwah rahimahullah ia berkata :
تَزَوَّجَ
النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَائِشَةَ وَهِيَ بِنْتُ
سِتِّ سِنِينَ وَبَنَى بِهَا وَهِيَ بِنْتُ تِسْعٍ
(Shahih al-Bukhari 7/21 no.5158 bab Orang yang berumah tangga dengan isteri yang berusia 9 tahun)
Dan dalam riwayat dari imam Muslim rahimahullah juga dari 'Aisyah radhiyallaahu 'anha :
وحدثنا
عبد بن حميد أخبرنا عبدالرزاق أخبرنا معمر عن الزهري عن عروة عن عائشة أن
النبي صلى الله عليه و سلم تزوجها وهي بنت سبع سنين وزفت إليه وهي بنت تسع
سنين ولعبها معها ومات عنها وهي بنت ثمان عشرة
(Shahih Muslim 2/1038 no.1422)
nah saya jadi bingung dengan dua hal bertolak belakang tersebut, barangkali ada yang bersedia memberikan penjelasan terhadap saya, yang masih awam.Sehingga saya tidak menyalahi hadits. Terima kasih

















